Minggu, 13 Juli 2014

Terong Panggang

Ini lauk yang aku gak tahu dipadukan sama apa, karena komposisinya sudah lengkap, ada sayurnya (terong) dan sudah ada lauknya (ayam dan telur). Buka puasa cuma makan terong panggang  sama nasi hangat saja, sudah enak bingiiiit.



Siapkan terongnya dulu ya, terong dikupas, dibelah memanjang, dipotong agak panjang panjang. Iris bagian tengahnya, membentuk seperti perahu.  Irisan yang tidak terpakai jangan dibuang, cincang kasar saja.

Buat bumbu halus dari bawang merah dan bawang putih dan merica bubuk, garam dan gula .  Cabai merah besar diiris halus, daun bawang diiris juga.

Sekarang olah ayamnya.  Ayam dicincang halus.  Tumis bumbu halus, cabai merah iris, oregano dan basil kalau ada, masukkan ayam cincangnya, terong cincang ,bolak balik sampai matang, dinginkan..

Masukkan satu butir telur ke dalam ayam yang sudah dingin, aduk rata lalu isikan ke dalam cekungan terong.

Oven dengan api sedang sampai terong empuk, kalau tidak ada oven, bisa menggunakan happy call atau wajan teflon biasa yang ditutup rapat, apinya kecil saja kalau pakai wajan.

Enak dipadu sama saus sambal, tapi berhubung perutku sedang bermasalah, yaaaa ......

Butter cookies ekonomis

Kok aku bikin kue kering ekonomis semua yaaa ? ... hehehe, ya biar jadi banyaaaaak, yang kebagian juga banyak kan ?

Ini buuter cookies yang rasanya miriiiip dengan butter cookies merk yang terkenal itu, 11-12 deh miripnya, tapi irit, karena .... karena .... pingin tahu aja atau pingin tahu banget ?  hahaha.



Begini loh , butter itu kan mahal, tapi ada penggantinya yang jauh lebih murah dengan kwalitas di atas margarine merk terkenal itu, tapi harganya gak beda jauh, ya mahalan ini dikit sih.  Namanya Butter Oil Substitute , kalau di toko bahan kue disebut roombutter BOS . 

Aslinya si BOS ini margarine, tapi kualitas margarine terbaik, sifatnya persis butter asli, harumnya juga butter banget, apalagi pas dipanggang, bisa tercium harumnya sampai ribuan kilometer ( hahahaha ......),  maksudku serumah sama rumah tetangga bisa tercium bau butter semua.

Karena sifatnya yang mirip butter, penggunaannya untuk kue kering sebaiknya dikombinasi sama margarine. Kalau murni pakai butter, kuenya jadi rapuh, kurang kokoh gitu, rawan hancur kalau diotong-otong (dibawa bawa).

Ini resep butter cookies ala Innuri yang dari satu adonan ini bisa dikreasikan jadi macam-macam cookies,  kismis cookies, kurma cookies, kelapa cokies (bila ditambah kelapa parut sangrai), kacang cookies  , kayu manis cookies (bila ditambah kayu manis bubuk), dll dll.  Asyik kan ?

Ini bahan dan cara bikinnya :

- 250 gram BOS butter ditambah 250 gram margarine (aku menggunakan margarine Mother Choice), ditambah 300 gram gula halus, dimixer sampai putih mengembang, tambahkan 4 kuning telur , mixer lagi, tambah satu sacet susu bubuk (27 gram), mixer, tambahkan 750 gram tepung terigu segitiga , aduk dengan  centong. tutup plastik agar tidak kering selama dicetak.

- cetak sesuai selera, aku hanya membentuk  menggunakan garpu dan menambahkan kismis iris , judulnya jadi kismis cookies. sebagian aku spuit panjang dan aku hias dengan coklat blok yang dilelehkan.  aku tidak menyarankan adonan ini dispuit / disemprit , karena berat ternyata .... hehehe, jempolku sampai merah karena capek.

- oven dengan api sedang sampai matang.

dari resep ini, jadi 5 toples cookies yang ukuran toplesnya 1/2 kg.




Sabtu, 12 Juli 2014

Putri Salju ekonomis

Ini kue kering yang populer di hari raya, biasanya berbentuk bulan sabit , tapi aku bikin yang bunga bunga saja, biar beda.  Kubilang ekonomis karena menggunakan kacang tanah, dan bukan kacang mete, maklum disini musti jalan-jalan ke kota dulu untuk memperoleh kacang mete.  Dan maklum yang kedua, ini kue kering yang mau dibagi-bagi ke dhuafa, jadi kalau ekonomis kan jadinya banyaaaaak.



Bahan yang harus disiapkan : 500 gram margarine, 3 kuning telur, 1 gelas gula pasir, 1 gelas kacang tanah kupas sangrai diblender halus, 1 kg tepung terigu, gula donat secukupnya (untuk taburan)

Cara membuat : gula dan margarine dikocok sampai putih mengembang, masukkan kuning telurnya, kocok, masukkan kacang tanah halus dan tepung, aduk dengan centong sampai rata.  Cetak dan oven sampai matang.  Terakhir taburi dengan gula donat, caranya dengan mengayak gula di atas kue kering yang sudah dingin.

Addonan ini agak muprul saat dicetak, jadi cara menipiskan adonannya dengan menaruhnya di kertas pangsit/plastik, tutup lagi dengan kertas pangsit, lalu gilas dengan posisi penggilas di atas kertas pangsit, setelah cukup ketebalannya, buka kertas pangsit bagian atas dan cetak.

Sebaiknya menggunakan gula donat dan bukan gula halus, karena gula donat ada rasa mintnya, jadi terasa ces di lidah, seperti salju.



Jumat, 11 Juli 2014

Semprit


Kue semprit itu kue kuno yang setiap hari raya aku temui.  Dulu waktu masih imut, aku suka kagum melihat cara ibu mencetak kue semprit dengan menekan pakai jempol.  Jaman itu kue semprit kebanyakan menggunakan tepung larut dengan rasa santan yang guriiih habis, aku pingin membuat semprit larut kapan-kapan.  Kali ini aku membuat semprit terigu saja.



Bahan dan cara membuatnya :

-  500 gram margarine dengan 350 gram gula halus dimixer sampai mengembang, tambahkan 4 kuning telur dan mixer lagi , tambahkan 1 sacet susu bubuk (27 gram) lalu mixer, tambahkan 750 gram tepung terigu segitiga , aduk dengan centong sampai rata.

-  Cetak dengan cetakan semprit, bentuk sesuka hati.  Bila memilih bentuk bunga, untuk benang sarinya, aku sarankan menggunakan selai nanas, tapi aku sendiri menggunakan adonan yang aku kasih sedikit coklat bubuk karena tidak punya selai nanas, bisa juga menggunakan coklat chips. Selama proses mencetak, tutup adonan dengan plastik agar tidak kering, kalau kering susah dispuit.

-  Oven sampai matang.

Dari resep ini jadi 5 toples  kue semprit , ukuran toplesnya 1/2 kg kata penjualnya.

Selasa, 08 Juli 2014

Jenang Jagung

Dulu saat aku kecil, nenek sering membuat jenang jagung, rasanya yang harum jagung berpadu dengan daun pandan sungguh bikin kangen.

Nenek membuat jenang jagung dengan cara memarutnya, lalu dicampur air dan disaring, hasil saringan direbus dengan santan , diaduk lama diatas kompor sampai kental. Memang cara nenek memboroskan waktu dan tenaga, makanya aku bikin cara sendiri yang lebih cepat tapi tetap lezat, ditambah cantik tampilannya.



Tadi pagi aku membeli satu plastik jagung muda, gak jelas berapa kilogram,  isinya tiga buah, setelah aku sisir jadi 1 gelas munjung lebih jagung pipil.  Jagung pipilnya aku blender dengan 2 gelas santan, lalu disaring.

Siapkan 4 sendok makan munjung tepung maizena, larutkan dengan 1 gelas santan.

Masak jagung manis saring dan daun pandan sampai mendidih,  masukkan 8 sendok makan gula pasir (atau sesuai selera) , biarkan mendidih beberapa saat, lalu masukkan larutan tepung maizena, aduk sampai meletup-letup dan warnanya menjadi kuning bening. 

Tuang ke dalam cetakan (daun pandannya dibuang), sisakan sedikit untuk diberi coklat bubuk.  Tuang adonan coklat di atas adonan jenang jagung, aduk dengan garpu membentuk marmer, dinginkan.

Setelah dingin, dipotong-potong.  Sajikan begitu saja atau ditambah vla puding, aku sarankan pakai vla santan saja, caranya santan direbus dengan daun pandan dan gula pasir, kentalkan dengan sesendok tepung maizena.




Stik Jintan Hitam

 Pertama kali bikin kue dengan jintan hitam saat remaja dulu, aku ambil dari resep di majalan Gadis, namanya ladrang, bentuknya tipis jajaran genjang.  Seingatku ladrang itu menggunakan santan, bukan margarine.  Tapi aku memodifikasinya jadi Habs Stick, alias stik jintan hitam yang menggunakan margarine dan bentuknya panjang-panjang.

Aku pernah memproduksi snack dengan rasa unik ini, cukup laris, tapi berhubung tidak ada yang mengerjakannya, jadi terbengkalai begitu saja.



Bahan dan cara membuatnya :

450 gram tepung terigu protein sedang tambah 50 gram tepung kanji, 50 gram margarine, 100 gram gula halus, sedikit soda kue, 2 butir telur, 1 sendok makan munjung biji jintan hitam (habatussauda) , aduk tambahkan air sampai bisa dipulung.  Tipiskan di glender dengan ketebalan 4, iris memanjang dan goreng hingga kuning.


Selasa, 01 Juli 2014

Choco chips cookies ekonomis

Ceritanya mau 'nabung' kue kering untuk hari raya nih, yaaa nabungnya musti jauh-jauh hari karena rencananya mau bikin parcel untuk tukang becak dan dhuafa yang biasa disantuni sama Cantiq butikku.  Aku pasti membutuhkan banyak kue kering dan musti nabung selama puasa ini.

Ini hasil pekerjaanku bersama bu Warni, karyawan dapurku.  Choco chips cookies ekonomis karena hanya memakai margarine dan menggunakan kacang tanah untuk menggantikan kacang mede yang mahal.



Tapi ceritanya tetap itu-itu lagi .... hehehe , lagi-lagi aku kehilangan timbangan kue karena dipakai menimbang pewarna batik di rumah produksiku yang di Mantren sana.  Lha kembali lagi aku musti main kira-kira dan  menakar pakai gelas.  Yang penting hasilnya enyak enyak enyak.

Resep dan cara membuatnya :

- campur dan ayak 5 gelas peres tepung terigu segitiga / protein sedang , 1 gelas peres coklat bubuk dan 2 sacet susu bubuk full cream (55 gram), sisihkan.

- mixer sampai putih 2 gelas gula pasir dan 500 gram margarine , masukkan 2 butir telur utuh satu per satu sambil tetap dimixer, tambahkan lagi 2 kuning telur, mixer sampai mengembang.

- masukkan campuran tepung ke dalam kocokan margarine, aduk dengan centong , masukkan 1/2 gelas kacang tanah sangrai yang sudah dicincang kasar dan 1/2 gelas choco chips, campur merata.

- cetak dengan menggunakan garpu

- panggang sampai matang

Dari resep ini menghasilkan  lebih dari 1 kg choco chips cookies.