Tampilkan postingan dengan label Lauk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lauk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 September 2014

Ikan Goreng Tepung

Lihatlah penampakan ikan goreng tepungku, sungguh cantik, rasanya juga kriuk dan guriiih. Cocok buat ibu-ibu yang gak suka goreng ikan pakai lengket di wajan dan meninggalkan minyak yang berwarna hitam.



Caranya sederhana saja, ikan direndam bumbu bawang putih tumbar dan kunyit yang diuleg, garamnya jangan lupa, rendam beberapa saat. 

Siapkan tepung kering di piring yang terdiri dari tepung terigu secukupnya dan sesendok makan tepung maizena.  Gulingkan ikan yang sudah direndam bumbu, lalu goreng sampai matang.

Kamis, 31 Juli 2014

Bandeng Masak Santan

 Aku buat masakan ini sehari menjelang hari raya, untuk aku bawa ke rumah ibu di Ngantang.  Mengingat saat hari raya banyak orang menyuguhkan ayam atau daging, aku memilih ikan bandeng atas saran suami tergantengku.

Resepnya diajarin mbak Lis, kakak iparku (istri kakaknya mas Hary).  Rasanya kayak masakan nenek, sedap banget.



Bumbunya : bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit,  kencur, laos, kemiri, cabai merah, ketumbar, merica, pala, dihaluskan.  Yang tidak dihaluskan daun salam, serai digeprak, dan daun jeruk purut.

Bandeng dipotong potong , dikucuri jeruk nipis, dibumbu bawang purih ketumbar dan kunyit yang dihaluskan, digoreng dulu baru aku presto kurang lebih 1 jam.

Tumis bumbu halus sampai berbau harum , masukkan daun salam, daun jeruk purut dan serai, lalu masukkan santan.  Biarkan santan mendidih dengan api kecil selama beberapa saat.

Tata bandeng di mangkuk saji, siram dengan kuah santan.  Bila suka pedas, tambahkan cabai rawit utuh saat memasak kuah santannya.

Masakan ini juga cocok dipadukan dengan ketupat.

Jumat, 25 Juli 2014

Otak-otak Bandeng


Ini sih hasil 'perbuatan' bu Kot, tapi atas petunjuk dariku.



1/2 kg Ikan bandeng dibuang isi perut dan insangnya, lalu dipukul-pukul, keluarkan dagingnya dari arah perut dan hati hati agar tidak sobek kulitnya, buang tulangnya.

Blender daging bandeng dengan bumbu halus yang terdiri dari  bawang putih, lombok merah, ketumbar, kemiri.  Tambahkan garam , gula dan sebutir telur, aduk rata.  Masukkan ke dalam kulit bandeng, lalu bungkus daun pisang dan panggang , bolak balik sampai matang.


Sabtu, 19 Juli 2014

Rolade Tuna

Sewaktu kemarin ke kebun, spontan terpikir untuk membeli ikan tuna di TPI Sendang Biru, terbayang untuk acara buka puasa bersama di Gubug, dibikin rolade pasti enak.



Dapatnya ikan tuna yang satu ekornya berat 2 kg .... hahaha , sak hohah ini.  Aku fillet, pilihi dagingnya, kucuri air jeruk nipis, lalu haluskan pakai blender biasa, sampai beberapa kali loh mbendernya.  Biar asin dan gurihnya merata, setiap kali memblender, sekaligus aku kasih bumbu dan garam gula.  Bumbunya bawang putih, merica, garam dan daun daun rosemary.  Daun rosemarynya kalau nggak ada ya gak usah, tapi kalau ada, rasanya jadi unik dan enak.

Aku campur merata semua blenderan halus, lalu aku tambahkan 8 putih telur sisa bikin cookies kemarin, ditambah 4 sendok makan tepung kanji, aduk rata.

Buat telur dadar lebar tipis di wajan teflon sebanyak 6 lembar dari 6 butir telur.  Bentangkan telur di atas daun pisang, olesi atasnya dengan adonan ikan setebal sekitar 1 cm, gulung dan semat daun pisang dengan lidi.  Lakukan sampai habis.  Kukus sampai matang, dinginkan baru dipotong-potong untuk dihidangkan.

Membuat sausnya :
Tumis bawang putih keprak, jahe keprak, merica bubuk  dan daun rosemary, tambahkan air, garam, gula dan didihkan.  Masukkan kepala ikan tuna, biarkan mendidih sampai kepala ikan matang.  Ambil airnya dengan cara disaring, lalu tambahkan kecap manis, kentalkan dengan tepung terigu.

Semua yang aku uraikan di atas untuk 2 kg ikan tuna mentah.  Silahkan dikira kira sendiri kalau ikan tunanya lebih kecil atau lebih sak hohah .... hahaha.


Minggu, 13 Juli 2014

Terong Panggang

Ini lauk yang aku gak tahu dipadukan sama apa, karena komposisinya sudah lengkap, ada sayurnya (terong) dan sudah ada lauknya (ayam dan telur). Buka puasa cuma makan terong panggang  sama nasi hangat saja, sudah enak bingiiiit.



Siapkan terongnya dulu ya, terong dikupas, dibelah memanjang, dipotong agak panjang panjang. Iris bagian tengahnya, membentuk seperti perahu.  Irisan yang tidak terpakai jangan dibuang, cincang kasar saja.

Buat bumbu halus dari bawang merah dan bawang putih dan merica bubuk, garam dan gula .  Cabai merah besar diiris halus, daun bawang diiris juga.

Sekarang olah ayamnya.  Ayam dicincang halus.  Tumis bumbu halus, cabai merah iris, oregano dan basil kalau ada, masukkan ayam cincangnya, terong cincang ,bolak balik sampai matang, dinginkan..

Masukkan satu butir telur ke dalam ayam yang sudah dingin, aduk rata lalu isikan ke dalam cekungan terong.

Oven dengan api sedang sampai terong empuk, kalau tidak ada oven, bisa menggunakan happy call atau wajan teflon biasa yang ditutup rapat, apinya kecil saja kalau pakai wajan.

Enak dipadu sama saus sambal, tapi berhubung perutku sedang bermasalah, yaaaa ......

Sabtu, 12 April 2014

Dendeng Kepal


Bila ke Probolinggo, aku selalu singgah ke rumah makan yang aku lupa namanya, dan biasanya aku memilih lauk dendeng empuk yang lezat banget, aku selalu bungkus buat Insan dan Alni di rumah

Rasa dendengnya kayak dendeng suir, tapi disatukan berbentuk kotak-kotak.  Di rumah aku minta bu Kot menebak bumbunya dan membuatnya, tapi bentuknya aku minta bulat-bulat kayak pergedel.

Aku kasih nama dendeng kepal, karena dikepal-kepal.

 

Bumbunya : bawang putih, bawang merah, cabai merah, laos, jahe, ketumbar dan jintan yang banyak, daun jeruk purut, asam, garam, gula merah, gula putih dan serai.

Semua bumbu dihaluskan kecuali serai.

Daging dimasak dengan panci presto sekalian dengan bumbunya sampai daging empuk, air rebusan jangan dibuang yaa.  Setelah dingin, suir suir dagingnya lalu rebus kembali di atas wajan dengan sisa air rebusan presto, aduk-aduk selama merebus sampai airnya habis. Dinginkan.

Tambahkan telur ke dalam daging, aduk rata, bulatkan seperti pergedel lalu kukus.  Untuk 1/2 kg daging, telurnya 2 buah.  Goreng sebelum dihidangkan. 


Senin, 24 Maret 2014

Ikan Goreng Daun Salam


Alni tidak suka ikan, padahal ibu bapaknya insinyur perikanan yang bekerja di bidang perikemanusiaan ... maksudnya bikin baju untuk manusia .... hehehe.

Alni lebih suka ayam, padahal hanya ada ayam potong di tukang sayur.  Menurutku ayam potong itu kurang bagus  karena disuntik-suntik.  Bagiku makan ikan lebih bagus karena protein tinggi dan rendah lemak dan kolesterol.

Suatu kali aku menggoreng ikan bandeng yang sebelumnya aku ungkep pakai bumbu dengan daun salam yang banyak, tak kusangka dia suka banget, padahal itu bumbu seadanya karena sedang malas.

Kali ini aku masak lagi ikan dengan bumbu yang tercipta tanpa sengaja itu, tapi pakai ikan gurami, rasanya enak juga, tapi lebih enakan yang ikan bandeng kemarin.  Tapi Alni tetap suka yang berarti resep ini layak dipatenkan .... hehehe.

 

Caranya begini ; ikan yang sudah bersih dipotong potong.  Taruh daun salam yang banyak di dasar panci, taburi di atasnya bawang bombay yang diiris melintang dan cabe merah iris, jahe keprak, lalu taruh ikan yang sudah dipotong potong di atasnya, kasih air sampai ikan terendam semua, jangan lupa bubuhi garam dan gula.  Rebus dengan api kecil  minimal selama 30 menit agar bumbu meresap sempurna ke daging ikan. Tiriskan.

Cara menggorengnya ; siapkan tepung terigu (jangan menggunakan tepung bumbu karena bisa merusak rasa daun salamnya) di sebuah mangkuk, gulingkan ikan di tepung, lalu goreng sampai kecoklatan.  Air yang masih menempel di ikan yang tercampur dengan tepung sudah memberi rasa pada tepungnya.

Ikan goreng daun salam ini rasanya gurih dan harum, agak manis sedikit.


Minggu, 08 September 2013

Gurami Panggang Bumbu Dendeng

Tumben pagi di hari minggu kemarin pak sayur langganan bawa ikan gurami.  Langsung terpilih jadi menuku di minggu pagi yang indah.  Aku olah jadi gurami panggang yang enak tenan.  Bumbunya kayak bumbu nenek kalau bikin dendeng manis.  Dimakan sama sambal colo colo ..... siiiiip banget.



Bawang putih, ketumbar , jinten, asam sedikit, garam dan gula diuleg halus.  Sepertiga bumbu buat merendam, sisanya buat olesan waktu memanggangnya. Lama merendamnya terserah saja, bisa 15 menit asampai 1 jam.

Aku memanggang di atas wajan crepes , karena gak punya panggangan dan gak punya alat masak yang canggih canggih kayak iklan di tipi tipi itu.  Kalian bisa pakai wajan teflon biasa, atau pakai wajan crepes kayak aku.

Sambal colo colonya gini ; bawang merah, cabai rawit dan tomat diiris, disiram kecap manis.  Segar manis pedas rasanya.

Di minggu pagi, aku jadi semangat bikin desain daster yang hendak aku produksi senin besok, apa gara-gara sudah sarapan sama ikan kesukaan sampai kepedesan yaaa ?  hmmm .... Semoga kalianpun penuh semangat dan kebahagiaan di pagi ini.

Jumat, 06 September 2013

Dark Scramble Egg



Istilah Indonesianya sih telur cakar , cuma telur yang diceplok dan diaduk aduk diatas wajan yang dijerang diatas kompor.  Bumbunya cuma garam, bawang putih dan merica, jadilah scramble egg.  Kalau ditambah kecap, dan penampilannya jadi gelap gini, aku kasih nama dark scramble egg.  Kalau sedang malas, bumbunya cukup garam dan kecap saja , sudah enak kok dan Alni sukaaaa banget.

 

Pagi ini si cantikku Alni sarapan sama dark scramble ini, seperti biasanya, sambil merem aku suapin, kalau gak gitu ya gak sarapan. Yang penting sepiring habis, walau porsi nasinya sedikit.




Kamis, 15 Agustus 2013

Baceman Yang Irit Tenaga dan Waktu

Beberapa hari yang lalu, aku kedatangan tamu , saudara sak mobil, nginap, eh, besoknya ada kunjungan teman fb dengan suami dan tiga krucilnya. Spontan otakku muterrrr .... apa yaaa yang masaknya bisa cepet, tapi sekaligus berkesan buat para tamuku, mengingat aku musti mengerjakannya seorang diri, gara-gara bu Kot masih berhari raya, belum waktunya masuk kerja

Akhirnya keluarlah jurus jituku, ... hmmm .... aku mainin saja bacem baceman.



Bikin bumbunya bisa cukup 1 kali saja, tapi sudah bisa dipakai untuk semuanya .... cerdik kan ? ... hehehe. Tapi kemarin aku sempat mendapat pujian dari para tamuku, katanya :"Masakannya mbak Innuri enak". Hmm .... mau tahu rahasiaku ya ? ... boleh boleh, sini tak bisiki.

Siapkan bawang putih , ketumbar, jinten,dihaluskan, tambahkan daun jeruk purut, daun salam , laos. Rebus, tambah garam, gula sedikit dan sedikit kecap. Masukkan ayamnya, setelah ayam matang, angkat.  Gunakan sisa kuah ayam untuk merebus  tempe,  cicipi dulu ya kuahnya, bila kurang asin bisa ditambah garam. setelah tempe matang, lalu tahunya. Telur direbus terakhir, tambahkan kecapnya biar warna telur coklat mengundang selera dan biarkan yang terakhir ini sampai kuahnya mengental.

Ayam, tempe dan tahunya digoreng, sedangkan telurnya dibiarkan coklat saja.  Menggoreng baceman ini membuat minyaknya cepat kotor dan karena mengandung gula, ada bagian yang terlalu coklat, itu sih biarin.

Tinggal bikin sambalnya saja, dan jangan lupa menambahkan sayur rebus, timun dan lalapannya.

Aku menghidangkannya di sebuah nampan bulat yang besar, alasnya aku kasih daun pisang. Ini lebih menghemat tenaga dan irit tempat.  Yang penting tamu-tamuku terkesan.

Bagus bukan ideku ?


Minggu, 04 Agustus 2013

Perkedel Tomat




Ini perkedel biasa saja siiih, cuma dimasukkan dalam tomat , jadi sexy gini. Anak-anak pasti suka, kalau buat hantaran selamatan di bulan puasa juga jadi mempercantik tampilan makanan kita. Aku juga punya tips  biar perkedelnya teksturnya kompak, nggak muprul, so jangan kemana mana ..... hehehe.



Tips biar perkedel kita teksturnya kompak dan gak muprul itu, kentangnya jangan dikukus dan jangan direbus, tapi digoreng, baru deh diuleg dan ditambah bumbu bawang putih dan bawang merah yang digoreng dulu, merica bubuk dan garam.  Biar sedap boleh ditambah daging cincang atau ayam cincang yang ditumis duluan, tapi aku disini pakai kornet yang kemasan plastik, sebungkus cukup untuk 1/4 kg kentang.  Setalah bumbu dan kentang dihaluskan, masukkan kornetnya dan tambah telur 2 butir, aduk rata.

Tomatnya dibelah melintang jadi dua, isinya dikeluarkan (jangan dibuang karena bisa dibikin sambal tomat), masukkan adonan perkedel dalam tomat dan kukus 20 menit atau sampai matang.  Mengangkatnya dari dandang tunggu dingin dulu , dan angkat satu per satu dengan sendok, biar tomatnya nggak hancur.

Aku dibantu Alni yang cerewet di dapur, jadi terasa hidup gitu dapurku yang berantakan.

Selamat menikmati yaaaaa .....

Minggu, 21 Juli 2013

Tahu Penyet



Selama aku berkelana dari kota ke kota, rasanya cuma di Malang ada istilah tempe penyet, tahu penyet, terong penyet, telur penyet, lele penyet, ayam penyet ..... wah wah wah ... orang Malang suka banget sama yang penyet penyet .... hahaha , asal jangan mobil penyet saja ya .... hahaha.

 

Salah satu kesukaan Insan, anakku nomer tiga adalah tahu penyet, apalagi sambalnya aku yang bikin, dia bisa makan 2 piring nasi munjung .....  Sambalnya ibuk enak, gitu kata Insan. 

Sambal tomat innuri itu bikinnya digoreng dulu, baru diuleg di cobek. Bawang putih 1 siung, cabai rawit sesuai selera, tomat ukuran sedang 2 buah, sedikit terasi , semuanya digoreng , setelah matang diuleg, dikasih perasan jeruk limau selama persediaan masih ada ..... ehm, kok kayak hadiah apaaa ya ... hehehe.  Maksudku, kalau tidak ada jeruk limau, tidak dikasih juga gapapa.

Cara membuat penyetan yang sedap itu gini; lauk yang mau dipenyet digoreng dulu , panas-panas taruh diatas sambal , taburi kemangi di atasnya lalu penyet pakai uleg, lengkapi dengan irisan ketimun.

Lauk yang sering jadi 'korban' penyetan antara lain; tahu, tempe, telur ceplok, terong, ikan laut /ikan air tawar, ayam/bebek.  Tinggal menyesuaikan saja dengan lauk kesukaan atau yang tersedia di kulkas.


Kamis, 18 Juli 2013

Chicken Nugget



Rasanya tuh, semua anak di dunia ini suka sama chicken nugget,  enak dan gurih sih.  Kalau mau membuatnya sendiri, pasti lebih sehat karena dimasak tanpa vitsin, tanpa kaldu pabrikan dan tanpa pengawet, membuatnya mudah dan pasti lebih hemat.



Bahannya ayam giling (ayam cincang juga bisa), telur, susu, roti tawar dan tepung panir, sedangkan bumbunya cuma bawang putih, garam dan merica bubuk.

Aku membeli 1/2 kg ayam, diambil dagingnya saja, kulitnya ikut dibuang karena timbunan suntikan imunisasi ayam numpuk di kulit (begitulah yang pernah aku baca). Mungkin total ayam cincangnya tinggal 400 gram. 

3-4 lembar roti tawar diremas dengan tiga perempat gelas susu (150cc), kalau ukuran roti tawarnya kecil seperti yang aku pakai, bisa jadi 6 lembar roti tawarnya, yang penting susunya terserap semua ke roti.

Campur remasan roti tawar dan ayam cincang, bawang putih yang sudah diuleg halus, merica bubuk dan garam kurang lebih 2 sendok makan dan 2 butir telur.  Bila ingin rasa chicken nuggetnya kayak beli di toko, tambahkan saja kaldu ayam bubuk dan kurangi garamnya.  Aduk sampai tercampur rata, lalu kukus sampai matang dan dinginkan.

Biar bentuknya menarik, waktu mengukus, bisa memakai cetakan agar-agar beraneka bentuk, oles dulu cetakannya dengan minyak goreng.  Kalau tidak ada cetakan macam macam, cukup memakai loyang biasa saja.  Kalau ingin bentuk chicken nuggetnya bulat, bungkus saja adonan dengan daun pisang lalu bentuk seperti lontong.

Kukus adonan sampai matang, lalu dinginkan.  Setelah dingin boleh dipotong potong sesuai bentuk dan ukuran yang dikehendaki, gulingkan di tepung panir, celup di putih telur (bukan telur yang dikopyok, ambil putihnya saja ya, ini resep rahasia temanku yang berjualan kue) lalu gulingkan lagi di tepung panir dan goreng.  Bila mau disimpan, masukkan saja dalam wadah kedap udara dan taruh di frezer, bisa tahan kurang lebih 2 minggu.

Contoh yang aku tampilkan di atas tidak memakai tepung panir, karena ingin mempertahankan bentuk bulan sabit dan bintangnya. Lebih keren mana dengan yang memakai tepung panir yang fotonya di bawah ini ?......  ah, yang penting lezzyyy  .... alias lezat yummy ..., walau tidak segurih chicken nugget yang beli di toko, karena resepku kan resep sehat berbumbu alami.