Rabu, 18 Desember 2013

Chiffon Cake Jeruk


Biasanya sih, membuat chiffon cake jeruk memakai jeruk lemon, tapi mana ada yang namanya jeruk lemon di desaku ? adanya yo jeruk nipis, yaaa kupakai saja,  ternyata enak juga kok, kalau gak percaya, datang aja ke rumah, pasti sudah habis cake-nya .... hehehe. 



Seperti biasanya, aku tidak menggunakan bahan tambahan kimia di cake-ku. Cara membuatnya sama dengan chiffon cake marmer , bedanya tidak usah pakai coklat, volume susunya dikurangi dikit aja ,  siapkan air perasan jeruk nipis yang diperoleh dari 5 buah jeruk nipis.   Memasukkan perasan jeruk nipisnya setelah tepung masuk di adonan, aduk-aduk, lalu masukkan susunya, minyak gorengnya, terakhir putih telur kocoknya.

Mau mencobanya ? jangan lupa kirim kirim ke aku yaaa .....

Jumat, 06 Desember 2013

Cake Gula Merah



 Aku rajin bikin cake ya akhir akhir ini .... hmmm .... ada maksudnya siiih, selain lagi mood, bikinnya cepat, awet dan gampang, mengenyangkan, jadi bisa dipakai sebagai pengganti nasi bungkus yang biasa aku bagi-bagi.  Kalau membagikan dalam bentuk kue gini, biasanya aku kasih 2 jenis kue, tinggal nambahin pisang goreng karena pisangnya tersedia tanpa beli dan membuat pisang gorengnya juga cepat.  Cerdik kan aku ?

Cake gula merah ini rasanya kayak ontbienkoek , bedanya kalau ontbienkoek menggunakan palm suiker (gula palem), aku pakai gula merah beli di warung mbak Nur sebelah butik ... hehehe.  Yang pasti, cake bikinan sendiri lebih lezat dan sehat karena tidak menggunakan bahan kimia yang berupa bahan pengembang kue, pelembut, pengempuk, pengawet dll dll.  Jadi yuuuuuk bikin sendiri kue untuk keluarga tercinta.



Cake gula merahku ini cara bikinnya sederhana saja, sesederhana bahan-bahannya yang bisa dibeli di warung paling ndeso sekalipun.  Bahannya gula merah, gula pasir, telur, tepung terigu, minyak goreng, bumbu speculas (bila ada).

Gula merah yang sudah disisir  1,5 gelas, gula pasir 4 sendok makan munjung, bumbu speculas 1 sendok teh dan 8 butir telur  dimixer  sampai mengembang dan halus, masukkan 2 gelas tepung terigu sedikit demi sedikit sambil dimixer kecepatan rendah, masukkan 3/4 gelas minyak goreng sadikit demi sedikit sambil dimixer kecepatan rendah.

Masukkan dalam cetakan cake dan panggang sampai matang.

Bumbu speculas merupakan serbuk campuran dari kayu manis, cengkeh dan keningar, bila tidak ada ya numbuk sendiri ... hehehe.


Rabu, 04 Desember 2013

Chiffon Cake Marmer

Dulu pertama bikin chiffon cake dari resepnya pak William W Wongso, tabloid Nova tahun 90-an.  Putih telurnya banyak, dan rasanya lembuuuut di lidah, mak jleb gitu deh pokoknya enak tenan.  Sejak itu kalau punya putih telur banyak, suka aku bikin chiffon cake.



Kemarin pingin bikin chiffon cake, tapi resepnya ketlisut .... hehehe, buka di internet kok rumiiit amat, ada adonan 1, adonan 2 ... malas aaaaah kalau ribet begitu.  Lalu aku pakai jurus khas Innuri, ngawur dan gak pake ditimbang-timbang (kelamaan), tapi hasilnya ....enaaaaakkkk .... kalau gak percaya, coba saja praktekkan resepku ini.

Bahannya: 8  telur, gula pasir, tepung terigu, susu bubuk, minyak goreng, garam.

Kali ini aku tidak punya putih telur banyak, jika kuning telurnya dibuang kok ya sayang, jadi begini deh caranya :
- 8 telur pisahkan putih dan kuningnya. 
- Kocok dulu putih telur dengan 6 sendok makan gula pasir ( memasukkan gula pasirnya sesendok demi sesendok sambil dimixer kecepatan tinggi), kocok sampai putih dan kaku, sampai bila wadahnya dibalikkan putih telurnya tidak tumpah, sisihkan. 
- 8 kuning telur dan 3/4 gelas gula pasir dimixer sampai putih, masukkan segelas munjung tepung terigu, setengah gelas susu cair (dari satu sacet susu bubuk), ditambah garam 1/2 sendok teh, lalu masukkan 1/2 gelas minyak goreng . Aduk rata lalu masukkan putih telur kocoknya tadi , aduk rata.  Ambil beberapa sendok adonan untuk diberi coklat bubuk. Masukkan ke dalam cetakan chiffon cake tanpa dioles apa apa, jangan lupa membentuk adonan coklatnya menjadi marmer. Oven sampai matang.

Perhatian perhatian !!
Cetakan chiffon cakenya tidak boleh dioles mentega/margarine/ minyak yaa,  jadi biarin kering saja, setelah kue matang, balikkan cetakan, biarkan dingin dan kue jatuh sendiri atau dipaksa jatuh asal kue sudah dingin.  Untuk mempercepat dinginnya kue, tutup pantat cetakan dengan serbet basah.


Minggu, 01 Desember 2013

Desember Bersih Bersih 2

 Proyek awal desember.

Kamar Alni aku kerjakan di hari minggu tgl 1 desember 2013.  Saat rumah Cantiqku sedang sepi, cuma aku berdua dengan Alni.

Rumah dan workshopku sederhana saja bahkan bisa dibilang sederhana sekali, demikian pula kamar anak-anakku.  Kamar Alni hanya berukuran 2,5 m x 2,5 m, kecil mungil, di ujung tempat tidur ada rak buku rendah tempat Alni meletakkan buku, tas dan bonekanya.  Dulu di rak kecil ini ada televisi disamping buku-buku pelajaran Alni, tapi suamiku memindahkan televisi itu biar Alni tidak nonton tivi terus.

Mainan Alni banyak sekali, sampai dimana-mana ada mainan.  Untuk mengajarinya berbagi dan tidak mencintai harta benda, aku menyuruhnya menyeleksi mainannya, hingga sebagian besar mainannya dia hibahkan ke karyawanku untuk diberikan ke adik adik mereka.

Dulu sebagian mainan Alni aku taruh di keranjang di bawah tempat tidur.  Hari ini aku coba memindahkannya ke rak kecil ini saja, biar kolong tempat tidur bersih.

Lihatlah hasilnya





Boneka dan tas Alni sengaja aku gantung di dinding untuk menghemat tempat dan sekaligus sebagai pajangan di dinding.  Buku ensiklopedia anak dan buku cerita yang semula posisinya tidur aku berdirikan. 

Untuk buku ensiklopedia sengaja aku biarkan tetap dalam kardusnya, hanya posisinya berdiri, biar Alni mudah mengambilnya.  Buku cerita yang tebal-tebal aku berdirikan, sedangkan yang tipis-tipis dan buku pelajaran aku biarkan tidur.  Buku pelajarannya aku pisahkan yang buku cetak dan buku tulis.



Tas Alni ada 3, yaitu tas sekolah pink gambar princes, tas mengaji hijau kura kura dan tas bepergian hijau Bobo, semua aku gantung di dinding berjajar dengan boneka boneka, topi sekolah dan topi barbie.  Rak bagian bawah jadi muat untuk meletakkan mainan.

 

Tirai kecil untuk jendela aku ganti dengan dua buah kerudung yang aku satukan dan diikat di kedua ujung atas jendela dengan pita. Alni meletakkan kalender princesnya di depan tirai.

Tak lupa aku gelar karpet princess yang aku beli di tepi jalan dalam perjalanan pulang dari Ngawi ke Malang, ada orang menjual karpet aneka motif yang digelar di mobil pick up, murah , hanya 30 ribu, tapi cukup hangat dan empuk dipakai alas duduk.



Dengan kamar yang tertata rapi, walau sederhana, rasanya kamar Alni jadi hangat dan luas. PR ku selanjutnya adalah mengajarinya menjaga kerapian kamarnya sendiri ... hmmm .... kedengarannya aku bakalan mengeluarkan jurus cerewet jaya ..... hahahaha.


Sabtu, 30 November 2013

Desember Bersih Bersih 1

Aku sungguh kepingin rumah dan workshopku bersih kayak punya orang-orang.  Yaaah, meskipun pada dasarnya aku ini malas bersih bersih rumah, rajinnya bersih bersih makanan .... hahaha.

Aku akan  bersih bersih tiap hari selama bulan desember ini. Membuang barang yang sudah tidak terpakai, mengelompokkan barang yang sering dipakai, barang yang jarang dipakai, dan  yang masih bisa dipakai.

Tgl 30 november aku sudah mulai membersihkan meja kerjaku, tempat aku ngadep lap top, mengaji, menerima pesanan dari internet, ngeblog, membuat desain dll dll.  Meja ini kemarin berantakan, tidak ada taplaknya, aneka buku berdesak desakan di meja yang kecil, berebut tempat dengan lap top dan piring yang berisi kue, toples snack, minumanku, di bagian bawah mejanya ada 2 kardus yang isinya kertas-kertas gak karuan judulnya ... hahaha .... Sayang aku tidak sempat memotret waktu meja ini amburadul.

Aku membersihkan mejaku termask di almari kecilnya, aku keluarkan semua barang yang sudah tidak berguna, aku kasih taplak batik tulis yang kainnya dari serat kayu, aku hias meja dengan bunga bingkisan dari mbak Sari yang aku taruh di dalam vas bingkisan dari Timmy mahasiswa Universitas Ciputra yang pernah mengajakku pameran di Surabaya ..... hahahaha ... semua serba gratis yaaa ....



Dari kegiatan bersih bersihku ini, menghasilkan satu kresek besar sampah kertas dan meja kerja yang nyaman dan menyenangkan, yang memudahkan aku menjalankan aktifitasku.



Besok aku ngerjain proyek bersih-bersih yang mana ya ?  Senangnyaaaa melihat diriku jadi rajin begini.


Selasa, 26 November 2013

Roti Manis Aneka Isi




Baru kali ini membuat roti manis dan berhasil ... hehehe.  Aku musti berterimakasih kepada instruktur pelatihan pembuatan bakery yang aku lupa namanya, mas dari Bogasari yang ganteng krenyes krenyes ....eh ... kok krenyes krenyes .... huahahaha ....

 

Ceritanya pada suatu kesempatan, saat aku memberi pelatihan batik, barengan dengan pelatihan pembuatan roti di sebuah aula yang dibagi menjadi 3 jenis pelatihan.  Akupun bertanya pada mas ganteng Bogasari, kenapa kok kalau aku bikin roti cuma bisa dimakan, tapi gak mengembang dan gak cantik kayak beli di toko.  Dia jawab, kuncinya adalah menguleni adonan sampai kalis, mengembangkannya, mengempiskannya dan mengembangkannya lagi.

Nah, definisi kalis itu sendiri adalah ketika adonan ditipiskan, bisa setipis kertas tanpa sobek hingga transparant , sampai ketika kita letakkan di atas kertas koran, kita masih bisa membacanya.  Nah, rupanya disinilah letak kesalahanku, tidak menguleni adonan sampai kalis.



lihat betapa tipis dan transparannya adonan  saat diolor pakai tangan

Resepku kali ini aku ambil dari buku resep lama yang aku modifikasi sendiri.  500 tepung terigu cakra (atau 350 gr tepung cakra dan 150 gr tepung segitiga) tambah 1/2 gelas belimbing gula pasir tambah sesacet susu bubuk, garam sesendok teh dan sebungkus ragi instan dicampur rata, lalu tambahkan 1 ons mentega, 3 butir kuning telur dan air hangat kurang lebih 3/4 gelas .

Uleni adonan pakai mixer (boleh pakai tangan, tapi capeeek) sampai kalis.  Diamkan 30 menit atau sampai mengembang, kempiskan, bagi-bagi menjadi beberapa bulatan .  Isi dengan aneka isi sesuai selera.  Taruh di loyang dan biarkan mengembang lagi di loyang, minimal 30 menit.  Oven dengan panas maksimal , setengah matang oles permukaannya dengan putih telur, oven lagi sampai matang.

Roti manis ini bisa diisi dengan aneka isi, seperti selai, kismis, coklat, sukade, buah kering, keju dll dll.

Dan satu lagi. Dulu aku kira membuat roti ala bakery ini musti menggunakan oven yang canggih, yang bisa distel suhunya.  Ternyata tidak tuh, aku memanggangnya memakai oven tangkring (otang) biasa saja kok, dan hasilnya tetap cantiiiiiik, sukses bahagia .... hahahha...

Minggu, 10 November 2013

Pizza Arema



Aku kasih judul pizza arema .... karena ini pizza ala Innuri arek malang, dengan bahan seadanya tapi lezat. Aku pakai ayam dari sate ayam yang nganggur  , barangkali penduduk rumahku sudah bosan sama sate ayam, jadi medag alias gak laku , lalu sate ayamnya aku cuci dan aku suir suir.

Aku juga tidak punya bawang bombay dan paprika, apalagi oregano dan basil ..... kalau baksil ada 'kali .... hehehe...  Pizzaku juga tidak pakai keju , karena Alni tidak suka keju , dia lebih suka kejutan .... hahahaha.  Sedang Insan yang suka keju, memarutnya sendiri saat pizza sudah siap makan.  Rasanya aku sudah jadi ibu yang berhasil.

 

Tapi Insan dan Alni suka dengan pizza pertamaku ini lo, dan ini termasuk prestasi sekaligus tolok ukur enak tidaknya masakanku, karena Insan penyuka pizza dan burger. 

Resepnya aku peroleh dari majalah jadul, yang aku konversi dalam takaran gelas ..... Biasaaaa, males nimbang-nimbang.

Untuk kulitnya : 2 gelas tepung terigu (aku pakai tepung terigu segitiga yang kukasih sedikit soda kue), sesendok makan ragi instan (fermipan / saft instant), 1 sendok teh garam, 2 sendok makan gula pasir.  Campurkan semuanya, tambahkan 2 sendok makan minyak goreng dan air hangat secukupnya sampai bisa dipulung.  Banting-banting dan uleni adonan sedikitnya 10 menit atau sampai kalis.  Kalis itu saat adonan ditipiskan, bisa begitu tipisnya sampai hampir transparan .

Adonan kulit ini bisa jadi sebuah pizza ukuran besar atau 2 buah pizza ukuran sedang dengan diameter 20 cm.  Bila hendak dijadikan 2 pizza, bagi adonan jadi 2, lalu bulatkan, tutup dan biarkan 30 menit.

Sementara menunggu adonan mengembang, masak ayamnya.  Tumis bawang putih dan bawang bombay (bila ada), tambahkan merica bubuk, garam dan gula, masukkan ayamnya.  Sisihkan 

Adonan yang sudah mengembang, kempiskan, tipiskan hingga diameternya kurang lebih 20 cm dan olesi dengan saus tomat, taburkan ayamnya, sosis iris, dan tomat yang diiris melintang. Biarkan mengembang lagi kira-kira 20 menit, baru dioven.  Bila ada keju cheddar, parutlah di atas pizza yang sudah menjelang matang, lalu oven lagi sampai matang.

Ohya, sebenarnya aku tidak punya loyang untuk pizza, jadi loyang yang aku pakai adalah tutup panci .... hahahaha ..... Cerdik kan ?