Sabtu, 14 Februari 2015

Bandeng Steak with avocado and Tarragon sauce

Kemarin malam Insan mengajak bapaknya jalan-jalan, tapi jalan jalannya ke mini market Avia , pulangnya membawa berbotol-botol bumbu kering dengan nama yang asing di telinga , ada mustard bubuk , daun parsley , ... banyak ... yang paling aneh tarragon . Mas Hary bilang :" Sampai habis 200 ribu loh dek belanjanya ... ". Oh ... hahahaha .... kalau aku pasti mikir seratus limapuluh kali  kalau mau beli bumbu mahal mahal begini .... tapi kalau buat anak kok ya oke oke saja ... ini mungkin yang namanya sayang anak.

Paginya dia belanja di tukang sayur, ada bandeng, ayam, jamur , wortel , seledri .... Lalu dia sibuk di dapur, tidak semuanya dia masak sih , jadinya ini nih  .... aku bilang ini steak yang rasanya juara !



Bandeng steak with avocado n tarragon sauce
(aku yang kasih nama)
 

Resep Insanul Firdaus
 

Rasanya enak pakai banget 3 kali
Tapi ceritanya cukup panjang
 

Bandeng difillet dibumbu daun parsley dan garam, ditaruh di loyang yang dioles butter, dioven sampai matang dan durinya lunak
 

Bawang bombay dan jamur ditumis tanpa minyak ditabur parsley
 

Kentang dipotong digoreng tanpa kupas
 

Apukat diblender dengan gula dan minyak goreng, manis sedang
 

Cara membuat saus tarragon ala Insan :
Tomat diiris melintang ditaruh di loyang yang dioles butter , dioven 40 menit , lalu diblender dan direbus , campurkan kaldu cair dari air rebusan ayam dan jamur, masukkan daun tarragon , bay leaf , mustard bubuk , garam dan gula . Rebus semuanya sampai kental.
 

Penyajian :
Letakkan jus apukat di piring , tata kentang goreng di atasnya.
Sebelahnya letakkan saus tarragon , taruh bandeng di atasnya . Jamur di taruh di atas bandeng dan siram dengan saus tarragon.
Lengkapi dengan bawang bombay iris melintang , potongan tomat dan daun seledri.
Sajikan.
Dan nikmati betapa wow rasanya.

Selasa, 10 Februari 2015

Donat Kilat

karena Alni jarang mau sarapan nasi
tapi mau sarapan kue anget anget made in ibu
inilah jurusnya 
donat tanpa ulen tanpa proofing tanpa lama



Untuk membuat donat ini musti pakai cetakan donat , bentuknya seperti sendok sayur bergagang panjang tapi bolong di tengah , yang pemakaiannya dicelupin ke minyak panas dulu , lalu masukkan adonan , lalu masukkan dalam minyak panas hingga terendam , setelah beberapa saat lepaskan dan goreng seperti biasa.



Adonannya :
2 gelas terigu segitiga
3/4 gelas gula pasir
Seuprit garam
2 sendok makan susu bubuk
1 gelas air
Aduk bahan di atas sampai rata, lalu masukkan 2 butir telur dan 2 sendok makan butter / margarine
Biarkan beberapa saat agar gula mencair
Aduk lagi .
Siap digoreng di cetakan, api sedang saja biar gak gosong.



Donat ini rasanya empuk dan bersarang di dalamnya.
Bisa ditopping sesuai selera.

Rabu, 04 Februari 2015

Pisang Goreng Jintan Hitam


memanfaatkan rontokan jintan hitam sewaktu membuat kripik pisang jintan hitam
jadilah pisang goreng yang rasanya ... tiga potong tak cukup ...



resep :
sesendok jintan hitam diblender kasar / sebentar saja jangan sampai halus
2 gelas tepung terigu campur dengan setengah gelas gula pasir dan sedikit garam
masukkan segelas air ke dalam tepung lalu aduk rata
tambahkan satu butir telur ukuran besar dan aduk lagi
tambahkan sesendok butter margarine / margarine / butter (bisa diskip) dan aduk lagi
terakhir masukkan jintan hitamnya
potong potong pisang
masukkan dalam tepung
goreng sampai kecoklatan

Rabu, 28 Januari 2015

Nasi Kebula with chicken rosemary

Sehari setelah pulang dari pesantren Suryalaya, anak gantengku yang nomor tiga , Insan masak, mencari bahan-bahan di dapur, masaknya sambil nyanyi lagu rap dan bercerita padaku tentang pengalamannya di pondok.



Semula merasa aneh melihat dia merebus wortel , air sisa rebusannya digunakan merebus kemangi dan seledri , lalu air berikut seledri dan kemanginya dimasak bareng beras di rice cooker, ditambah garam.
Rasa nasinya gurih segaaarrrr!!!

Lauknya fillet ayam yang dibumbui garam , merica hitam dan daun rosemary , lalu digoreng dengan sedikit minyak (seperti ditumis)
Rasanya enaaaaak , sampai kami rebutan makannya.

Dia sendiri yang menata makanannya di piring seperti itu. Lalu mempersilahkanku memberi nama masakannya , dan aku beri nama nasi kebula yang artinya nasi kebul kebul .... hahahaha .

Kamis, 15 Januari 2015

Jamu Bapak

Bapak punya sesak nafas dan tekanan darah tinggi. Sejak minum jamu bikinannya sendiri ini bapak tidak pernah lagi sesak nafas atau opname di rumah sakit.



Bahannya mudah didapat dan meramunya juga tidak sulit.
15 lembar daun sirsat
15 lembar daun salam
Sedikit kunyit , jahe dan kencur
Asam secukupnya
Rebus semuanya dengan 2 liter air sampai airnya tinggal 1,5 liter
Masukkan 2 bongkah gula aren (semanisnya sesuai selera) , aduk hingga gula larut , kucuri perasan jeruk nipis , matikan api.
Saring , dinginkan dan simpan di kulkas untuk daya tahan 1 minggu.

Kamis, 08 Januari 2015

Pizza Nasi

Memanfaatkan sisa kornet yang kemarin aku buat pizza, muncul ide membuat nasi panggang kornet alias pizza nasi. Rasanya bikin lupa sama berat badan.



Cara bikinnya gampang banget.
Tumis bawang putih dan bawang bombay (bila ada) dengan margarine , masukkan kornet , merica bubuk , oregano dan basil (bila ada). Aduk sampai tercium bau harum kornetnya. Sisihkan.

Sepiring nasi putih taruh diatas loyang yang sudah dioles margarine dan dialas kertas roti. Sedikit dipadatkan tapi jangan terlalu padat. Taburkan kornet di atasnya , siram dengan 2 butir telur yang dikocok lepas dengan sedikit garam . Parut keju cheddar di atasnya . Panggang sampai telurnya matang.

Bisa ditambahkan saos tomat atau sambal botol.
Kornet bisa diganti ayam atau daging cincang.

Kamis, 01 Januari 2015

Dari Dapur Berukuran 2 x 4 Meter

Menginjak bulan january 2015 , aku hitung sudah lima bulan usaha Innuri browniesku, dalam rencana kerjaku, ini masuk dalam triwulan kedua.  Alhamdulillah bisnisku tidak berjalan, melainkan berlari dan semuanya dimulai dari dapur berukuran 2 x 4 meter persegi.



"Bisnis itu tidak bisa diprediksi, bisanya dilakukan", begitu kata suamiku sebagai marketingnya Innuri brownies.  Aku merasa kata-katanya benar sekali, banyak hal meleset dari perkiraan.  Bisnis yang aku lakukan seperti menemukan jalannya sendiri, jalannya mengajakku berlari dan melompat.

Sebelumnya kami mengira, browniesku bakalan lebih dikenal dan laris dengan jalan menyewa tempat di Indomart dan di lokasi strategis lainnya.  Jadilah kami menyewa 3 tempat di Indomart dan di pasar Karanglo.  Akhirnya keempat out let itu kami tutup karena banyak alasan, ada yang karena sepi sekali, ada yang karena tidak kunjung mendapat pramuniaga, ada yang karena tidak efektif. Kalau dihitung ruginya ya banyaklah untuk skala usaha rumahan seperti ini, tapi aku terbiasa tidak berpikir rugi , aku anggap ini  merupakan pembelajaran dan proses yang musti aku lewati.

Akhirnya hanya menjalankan 2 out let , yang di emperan Cantiq butikku dan di mobil di pasar besar Malang. Selebihnya kami menggunakan sistem titip jual di toko-toko.

Semula cara titip di toko-toko itupun cukup memacu detak jantung  karena saking banyaknya retur dan brownies rusak. Tiap pulang keliling, salesku membawa puluhan brownies retur, saat itu salesku cuma 2 orang, sampai freezerku tidak muat, dan akhirnya brownies yang masih bagus itupun berjamur.  Tiap ke kebun, aku membawa 2 karung besar brownies rusak untuk makanan ikan.

Untuk mempelajari dimana letak kesalahannya, suamiku ikutan turun menitip di toko-toko.  Dari sinilah ketemu kelemahan cara kerja salesku.  Hanya 2 mingguan suamiku turun jadi sales, omzetpun naik.  Sekarang salesku bertambah 1 lagi untuk melayani pelanggan-pelanggan baru 'temuan' suamiku, sedangkan suamiku bisa duduk manis sambil menata ulang cara kerja 3 orang salesnya.

Saat mengawali bisnis inipun dulu aku pernah memakai sistem direct selling lewat sepeda motor dengan booth kaca di belakangnya.  Aku beli 2 armada booth sepeda motor yang dijalankan 2 orang sales. Cukup berjalan sih cara ini, tapi kurang maksimal bila dibandingkan dengan cara nitip di toko.  Akhirnya sistem pemasaran dengan cara ini aku hentikan dan boothnya nganggur teronggok di depan kamar mandi .... hehe.

Saat ini, setelah uji coba berbagai macam cara dilakukan, sistem pemasaran browniesku sudah menemukan bentuknya, efeknya permintaannya melejit diluar rencana.  Rencanaku untuk triwulan kedua ini cuma memproduksi 150 brownies sehari, kurasa itu sudah cukup banyak, dengan retur maksimal 20% dari produksi, kukira aku sudah mendapatkan keuntungan.  Tapi permintaan pasar memaksaku berlari.

Untuk menyuplai seluruh pelanggan, kami membutuhkan 300 brownies setiap hari, sedangkan kemampuan produksi saat ini hanya sekitar 200 brownies sehari.  Untuk meningkatkannya aku musti mencari tenaga produksi baru, dan disitulah letak seninya .... hehehe.  Ini adalah rencanaku di bulan january, menambah tenaga produksi dan bisa menghasilkan 300 brownies sehari, masih dari dapur berukuran 2 x 4 meter persegi.  Minta doanya ya semoga tercapai.

Banyak teman yang bertanya, bagaimana sih caranya kok bisa selaris itu dalam waktu singkat ?

Sebenarnya aku sudah banyak menulis di blog, bagaimana caraku melakukan bisnis ini.  Silahkan dibuka-buka lagi tulisanku terdahulu.

Secara garis besarnya dimulai dari membuat produk yang diterima pasar, yang ditandai dengan produk yang disukai dan dibutuhkan pasar. Ditambah harga yang sesuai dengan target market kita.  Sistem pemasarannya sudah aku ceritakan tadi.  Strategi nitip di warung juga sudah pernah aku tulis.

Di toko mana kue kita bakalan laris itu susah diprediksi, baru ketahuan setelah dilakukan.  Adakalanya perkiraanku meleset, kukira bakalan ramai sewaktu dititip di toko yang sudah punya banyak pelanggan, eh ternyata tidak.  Sebaliknya di toko yang kelihatan sepi, ternyata omzetnya bisa puluhan brownies habis dalam sehari. Jadi yang penting adalah melakukan, lalu menyeleksi, mana toko yang masih bisa terus dititipi dan mana yang musti dihentikan.

Kukira yang menjadi basic dari suksesnya usaha yang kita rintis adalah pola pikir kita sebagai pemilik usaha. Aku sering bilang mulailah dengan prinsip bismillah, atas nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.  Basicnya adalah kasih sayang yang dimulai dari diri kita sendiri.

Aku sering mendoakan orang-orang yang aku kenal atau yang tidak aku kenal, bahkan orang yang cuma aku lihat pas lewat.  Aku sering mendoakan toko milik orang-orang, dan aku senang bila melihat orang lain sukses. Aku juga suka mendoakan alam , anak-anak, orang tua, wanita dan teman temanku.  Aku juga tidak suka memelihara perasaan negatif, biasanya aku eliminasi dengan jalan memaafkan dan kembali menyayangi.

Saat bisnis seperti buntu, aku selalu berprasangka baik kepada Allah dan tetap memelihara perasaan optimis sambil melakukan analisa, bagian mana yang perlu ditata dan diperbaiki lagi. 

Mungkin ini adalah rahasia terbesarnya.  Allahlah yang mendatangkan pembeli kepada kita,  Allahlah yang membuat semuanya menjadi mudah.  Sedangkan sifat Allah adalah kasih sayang, makanya kita musti 'menyamakan diri' denganNya.

Salam sukses selalu di tahun 2015, tahun yang semoga membawa keberkahan buat kita semua.