Kamis, 18 Juli 2013

Bacem Ayam

Di sebelah Cantiq butikku ada warung ayam goreng yang ramai, ayam gorengnya agak manis tapi enaknya ngangeni. Kalau kalian dari Pasuruan pasti pernah dengar ayam goreng pak Sholeh, nah, rasanya mirip ayam goreng pak Sholeh, tapi lebih manis.

Suatu hari aku minta bu Kot bikin ayam goreng kayak ayam goreng sebelah, dan hasilnya .. tarara ! ... ayam goreng bu Kot ternyata lebih sedap dan lebih beraroma.  Alni suka banget, mas Hary sempat memuji-muji hebatnya bu Kot menebak bumbu rahasia ayam goreng sebelah. Sejak itu ayam goreng ala bu Kot jadi resep favorit aku sekeluarga.



Aku menyebutnya bacem ayam, karena bumbunya mirip tempe bacem, hanya ditambah jintan yang banyak.  Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, jintan, gula merah, kecap sedikit, laos dan salam.  Khusus ketumbar jintan dan daun salamnya harus banyak, sampai waktu memasaknya, aromanya tercium sampai keluar angkasa ... hahaha.  Kalau suka manis, musti ditambah gula pasir.

Semua bumbu diblender halus, bumbu dimasukkan wajan bareng ayam, tambahkan air (kalau ayam kampung, airnya agak banyak, kalau ayam broiler airnya lebih sedikit), setelah airnya mendidih beberapa saat, kecilkan apinya, tutup wajan dan biarkan sampai airnya menyusut.  Dinginkan dan goreng.

Paduan bacem ayamku sederhana saja ... ehm , untuk nasi kotak buat buka puasa, cuma aku kombinasikan dengan mie dan oseng wortel buncis.  Tapi enak looooh.


Senin, 08 Juli 2013

Prol Pisang Innuri

Kemarin mas Hary membawa pisang yang sudah terlalu matang, saat aku kupas, jadi satu baskom kecil.  Kalau mau dibikin pisang goreng, sudah terlalu matang, jadi aku bikin prol pisang resep ngawur ala innuri, yang penting lezat dan tidak ribet ..... hehehe .... Bener kok, tidak ribet karena tidak perlu mengeluarkan mixer dari lemari.

Nah, ini jadinya .... kelihatannya enak kan ? memang enak kok, adem di perut dan banyak gizinya, vitamin mineral yang komplit , serat dan karbohidrat yang tidak bikin gemuk. Bagus buat anak-anak, wanita hamil dan orang dewasa, mengandung banyak asam folat yang bagus untuk otaknya siapa saja .... hehehe.

 

Cara bikinnya juga gampaaaaang, tuuuh Alni saja bisa, mana memasaknya sambil ngunyah lolipop lagi, pakai baju sapiderman lagi ....



Caranya, pisang dilumatkan menggunakan uleg, setelah halus (tidak terlalu halus tidak apa-apa) masukkan 1 gelas tepung terigu, 1 gelas gula pasir dan satu sacet susu bubuk (aku pakai susu bubuk Dancow kemasan 27 gr).  Aduk pisang dan tepung sampai tercampur rata pakai entong kayu, masukkan 5 butir telur (lebih mudah mencampurnya kalau telurnya masuk satu persatu).  Aduk sampai rata, masukkan loyang yang sudah disemir mentega, lalu oven / kukus .... aku sendiri tak kukus saja, lebih aman, soalnya aku hobby nggosongin masakan karena lupa .... hehehe.

Tunggu dingin baru dibalik dan dipotong-potong.

Minggu, 07 Juli 2013

Semur Sarden

Tengah mereka reka, menu sahur apa yang bisa dimasak sambil merem , selesai dalam kedipan mata , tapi yang disukai Alni .... tiba-tiba sore tadi Alni minta dibelikan sarden kalengan di minimarket sebelah butik.  Lalu aku masak deh si sarden jadi semur sarden tahu yang lezaaaat.



Seperti biasaaa, ciri khas dapur Innuri, masak ala wus wus wus ... Aku pakai sarden kalengan kecil karena yang mau makan cuma aku, mas Hary dan Alni, kutambahkan tahu, karena aku dan Alni penyuka tahu.

Bumbu yang ditambahkan hanya bawang putih satu siung dikeprak, merica bubuk dan kecap.  Tumis dulu bawang putihnya masukkan sarden, tambah segelas air, tambah tahu yang sudah digoreng 4 potong dan kecap (aku pakai kecap yang 1 sacet 500 rupiah).  Tunggu sampai mendidih dan beberapa saat sampai kuah meresap ke dalam tahu.  Kalau suka pedas, tambahkan saja cabe rawit utuh dan dimasukkan bareng sardennya.  Jadi deh.

Jumat, 05 Juli 2013

Wortel Scramble

 Wortel scramble itu resep ciptaanku sendiri ... hehehe, maunya sih bikin dark scramble egg  (ini juga istilahku sendiri) , tapi kok ada wortel tergolek tak berdaya, jadi kasihan deh, aku ajak dia menemani si telur, terciptalah wortel scramble yang praktis dibuat.
 

Caranya, wortel didiris kecil, telur dikopyok dengan kecap sampai coklat, bumbunya boleh bawang putih rajang dan merica bubuk. Tidak usah menambah garam karena rasa kecapnya sudah sedap.

Bumbu ditumis, masukkan wortel sampai layu, masukkan telur kopyok dan aduk aduk sampai telur berbutir butir.  Beres.

Temannya si wortel scramble kali ini ada sambal goreng kentang yang sudah disiapkan bu Kot kemarin sore, dan sosis goreng tepung.

Untuk sosis gorengnya aku memakai tepung bumbu yang siap pakai, tinggal menambah sedikit air saja. Srang sreng srang sreng , matang dalam sekejap.

Terciptalah menu 16 nasi bungkus innuri.

Kamis, 04 Juli 2013

Nasi Mawut



Kalian yang belum pernah ke Malang mungkin baru kali ini mendengar nasi mawut , apa itu ? .... Aku ketemu sama nasi mawut ya cuma di daerah asalku ini , di warung-warung sederhana yang biasa menjual mie, nasi goreng, cap cay ....

Nasi mawut itu nasi goreng yang bercampur mie, dipadu dengan ayam suir dan telur scramble, enak.  Tapi yang aku bikin kali ini nasi mawut ala innuri, gak pake telur scarmble, ayamnya diganti sosis saja, telurnya didadar, diiris ditabur diatas nasinya.

Masak nasi mawut ala innuri ini benar-benar anti ribet dan anti lama, tapi hasilnya enak tenan, coba saja kalau gak percaya.



Bahannya cuma mie instant goreng, tomat, nasi putih, dan sosis/ayam suir.  Pelengkapnya bisa ditambahkan telur dadar iris dan acar timun atau sekedar timun diiris saja.

1 bungkus mie instan patahkan jadi dua, direbus, ditiriskan, sisihkan.
Sebuah tomat ukuran besar iris , tumis di wajan sampai hancur, masukkan garam dan bumbu mie instannya, masukkan sosis / ayam suir , aduk aduk, masukkan nasi dan mienya.  Untuk 1 bungkus mie instan nasinya 2-3 porsi sesuai selera.

Siap dalam sekejab lirikan mata.



Rabu, 03 Juli 2013

Plecing Ayam

Judul menuku kali ini 'Nasi Kuning Jembrana'.  Jembrana itu nama sebuah kabupaten di Bali, aku pernah tinggal di ibu kotanya, Negara.



Saat Insan, anakku yang nomer tiga masih TK, aku tinggal di Negara.  Di depan TK Aisyiah, sekolah Insan, banyak berjajar orang berjualan nasi kuning.  Ciri khasnya nasi kuning disana, selalu ada plecing ayamnya.  Selain plecing ayam, lauknya macam-macam pilihannya, ada abon home made yang murni daging, ada sambal goreng kering tempe, pergedel kentang, mie, telur dadar dll. Yang tidak pernah ketinggalan ya itu tadi plecing ayam.

 

Membuat plecing ayam kalau cara aslinya ayam dipanggang dulu diatas bara arang ,  disuir suir, baru dibumbu. Bumbunya bawang merah, bawang putih, terasi, cabe merah besar, kalau suka pedas bisa ditambah cabe rawit, garam dan gula jangan lupa.  Bumbu dihaluskan, ditumis, masukkan ayam suirnya.  Setelah matang, kasih perasan jeruk limau.

Semula heran juga, sebagai orang jawa, kalau masak ayam gak pernah dikasih terasi.  Tapi setelah dicoba ternyata enak juga, apalagi ada aroma jeruk limau yang menggoda.

Buat dapur innuri yang maunya masak kilat, ayamnya gak aku panggang, ribet .... hehehe, ayamnya aku rebus saja dan tetap yummy .....

Jadilah menu nasi bungkus ke 14, isinya nasi kuning berlaukkan plecing ayam, mie, dan sambal goreng kering tempe.


Selasa, 02 Juli 2013

Nasi Kuning Tanpa Santan

Mau memasak nasi kuning tapi di dapur gak punya persediaan santan , manalah lagi nasi bungkusku akan dibawa mas Hary jam 6 pagi.  Kutatap sambal goreng kering tempe yang sudah disiapkan bu Kot kemarin sambil mikir, apa ya buat pengganti santan , masak susu ? sedangkan di rumah cuma ada susu kental manis.



Akhirnya ... ting ! ada ide mecungul di kepalaku.  Entah bagaimana nanti rasanya, aku ganti santan dengan minyak goreng .... hihihi ....

Gini nih caraku : beras 1,5 kg dikasih bumbu garam, daun jeruk purut yang banyak, daun salam juga banyak dan sereh 2 tangkai. Kunyitnya diuleg kasar direbus, disaring masukkan dalam beras, kasih minyak goreng banyaknya kira kira saja (aku gak menakarnya).  Nah nyalakan magic comnya .... Tinggalin bikin telur dadar dan iris tipis tipis.

Oh ya, katanya sih biar nasi kuningnya mengkilat, berasnya direndam dulu pakai air yang dikasih perasan jeruk nipis.  Tapi berhubung gak ada waktu untuk merendamnya, jeruk nipisnya aku taruh langsung saja ke airnya, ikutan dimasak.

Selain irisan telur dadar, pelengkap lainnya abon siap beli dan sambal goreng kering tempe made in bu Kot.  Cepet sekali nasi bungkusku siap launching pagi ini,  ciri khasnya Innuri di dapur, secepat pesawat tempur .... hehehe.

Pagi ini gantengku mas Hary berangkat pameran di Tunjungan Plaza Surabaya bersama seorang karyawan dan Alni yang ngintil karena liburan.  Beliau berangkat sambil bawa nasi bungkus.  Biasanya kami kalau ke Surabaya membagi nasi bungkusnya ke  pedagang asongan yang banyak sekali di pertigaan Karanglo Singasari.  Mereka pasti senang pagi-pagi dapat sarapan nasi kuning yang yummy banget.

Walau tanpa santan, warnanya tetap kuning tuuuh .... hehehe.  Kaget aku waktu Alni bilang :"Nasi kuningnya ibuk enak ".  Mendengar komentar Alni tuh rasanya kayak dapat penghargaan jadi master chef deh .... hahaha.