Tampilkan postingan dengan label Menu Nasi Bungkus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menu Nasi Bungkus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juli 2013

Lele Lalapan.




Ini menu yang disukai banyak orang , lele goreng dan sambal lalapan.  Lihat betapa segar dan menggugah selera.



Kalau mau menggoreng ikan, aku terkadang jadi ingat saat pertama kali misah rumah dari ibu, ikut mas Hary ke Situbondo, sudah ada Aden, Zeli masih bayi, dan ada seorang pembantu yang pintar memasak.

Saat pembantuku berhenti karena menikah, aku tidak segera mendapat penggantinya.  Jadi ketahuan kalau tidak bisa memasak sama sekali ..... sampai mau menggoreng ikan saja musti nanya ke tetangga, apa bumbunya.

"Bawang putih, ketumbar, kunyit dan garam ", gitu kata tetanggaku yang namanya mbak Ana ... aku masih mengingat namanya, orangnya baik sih, tempat aku bertanya soal masakan.

Ya, bumbu resep mbak Ana itu ternyata bumbu yang mudah saja dan wanita sedunia juga tahu .... hehehe , kecuali aku dan kalian mungkin ..... hahaha....

Lele dilumuri bumbu,  dibiarkan dulu beberapa saat (sekitar 15 menit) sampai bumbunya meresap.  Disini aku masih juga ketahuan bodohnya .... hmmm , ceritanya aku membumbuinya jam 10 pagi, maksudku mau digoreng jam 3 sore biar anget pas buka puasa .... tapi bu Kot yang protes.

"Kalau kelamaan, lelenya jadi kaku dong bunda", kata bu Kot, wah .... ... padahal aku kan Ir perikanan, kok kalah sama bui Kot sih.... hahaha ...

Lalapannya kemangi, daun selada, timun dan tomat.  Sambalnya sambal tomat, cara membuatnya, cabai rawit, tomat, bawang putih, terasi, digoreng sampai matang, diuleg, tambahkan garam dan gula, lebih sedap lagi ditambah perasan jeruk limau.

Aku punya tips biar lalapan yang layu waktu kita beli, jadi seger lagi kayak baru dipetik.  Caranya gampang saja kok, lalapan yang masih utuh  dicuci  bersih dan taruh di baskom, kasih air sedikit di baskomnya, biarkan sampai daunnya megar lagi.

Selamat mencoba.


Jumat, 19 Juli 2013

Tuna Saus Tiram

Karena mas Hary suplier pepaya hasil kebun sendiri ke beberapa pasar di Malang, dia jadi akrab dengan  tukang becak yang sering sekali membantu dia dengan tulus. Dari situlah suamiku mengerti betapa mereka-mereka itu adalah orang-orang yang taat beribadah meskipun pekerjaan mereka kasar dan berat.

"Mengharukan sekali, mereka tetap berpuasa lo dik", katanya padaku.  Aku tidak menjawab kata-kata suamiku, tanganku masih sibuk menata nasi kotak untuk buka puasa.



"Nasi kotaknya aku antar ke mereka ya ?", pintanya.
"Ya dengan senang hati", kataku riang.

"Mereka pasti senang dapat ikan tuna, mereka jarang makan enak", katanya lagi sambil menatap menu nasi kotakku, ikan tuna saus tiram, kentang goreng, sambal dan ketimun.  Mendadak hatiku merasa haru ....  Bagiku mungkin hidangan ini biasa saja, tapi bagi orang yang kehidupannya sederhana, ini merupakan makanan mewah.

Resep asli yang kudapat dari googling, tuna saus tiram itu ada bawang bombay, paprika merah dan hijau, kecap asin, merica hitam dan bumbu aneh lainnya, yang tidak aku fahami karena aku wong ndeso ... mmm ... akhirnya ngaku juga ya.  Kalau resep itu masuk ke dapur innuri, musti mau menyesuaikan diri dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh di warung terdekat ... ... hehehe. 

Jadi bumbu ala innurinya paprika diganti cabai merah, bawang bombay diganti bawang putih dan bawang merah iris, mericanya pakai merica bubuk saja, tambah jahe keprak, saus tiram dan kecap manis, jangan lupa garam dan gulanya.

Saus tiram itu mudah diperoleh dalam bentuk botolan atau sachetan, di desa-desa juga ada kok.  Kalau susah nyari ikan tuna, bisa diganti ikan tongkol atau ikan apa saja, judulnya jadi ikan tongkol saus tiram.  Yang penting kan rasa saus tiramnya dapet .....

Cara masaknya, irisan bawang putih, bawang merah, jahe keprak dan cabai merahnya ditumis, tambahkan air, masukkan ikannya, setelah beberapa saat, baru masukkan kecap manis, saus tiram, merica bubuk garam dan gula.  Tunggu sampai airnya menyusut.  Kalau mau sausnya kental, tambahkan sesendok tepung terigu yang dilarutkan dengan sedikit air.

Ohya, di resep aslinya tunanya digoreng dulu, tapi aku mau mengurangi minyak goreng di masakanku (tahu kan maksudnya? .... biar sehat, eh  langsing ... hehehe).  Makanya tunanya langsung nyemplung aja, gak pakai mikir .... hahaha.

Kamis, 18 Juli 2013

Bacem Ayam

Di sebelah Cantiq butikku ada warung ayam goreng yang ramai, ayam gorengnya agak manis tapi enaknya ngangeni. Kalau kalian dari Pasuruan pasti pernah dengar ayam goreng pak Sholeh, nah, rasanya mirip ayam goreng pak Sholeh, tapi lebih manis.

Suatu hari aku minta bu Kot bikin ayam goreng kayak ayam goreng sebelah, dan hasilnya .. tarara ! ... ayam goreng bu Kot ternyata lebih sedap dan lebih beraroma.  Alni suka banget, mas Hary sempat memuji-muji hebatnya bu Kot menebak bumbu rahasia ayam goreng sebelah. Sejak itu ayam goreng ala bu Kot jadi resep favorit aku sekeluarga.



Aku menyebutnya bacem ayam, karena bumbunya mirip tempe bacem, hanya ditambah jintan yang banyak.  Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, jintan, gula merah, kecap sedikit, laos dan salam.  Khusus ketumbar jintan dan daun salamnya harus banyak, sampai waktu memasaknya, aromanya tercium sampai keluar angkasa ... hahaha.  Kalau suka manis, musti ditambah gula pasir.

Semua bumbu diblender halus, bumbu dimasukkan wajan bareng ayam, tambahkan air (kalau ayam kampung, airnya agak banyak, kalau ayam broiler airnya lebih sedikit), setelah airnya mendidih beberapa saat, kecilkan apinya, tutup wajan dan biarkan sampai airnya menyusut.  Dinginkan dan goreng.

Paduan bacem ayamku sederhana saja ... ehm , untuk nasi kotak buat buka puasa, cuma aku kombinasikan dengan mie dan oseng wortel buncis.  Tapi enak looooh.


Jumat, 05 Juli 2013

Wortel Scramble

 Wortel scramble itu resep ciptaanku sendiri ... hehehe, maunya sih bikin dark scramble egg  (ini juga istilahku sendiri) , tapi kok ada wortel tergolek tak berdaya, jadi kasihan deh, aku ajak dia menemani si telur, terciptalah wortel scramble yang praktis dibuat.
 

Caranya, wortel didiris kecil, telur dikopyok dengan kecap sampai coklat, bumbunya boleh bawang putih rajang dan merica bubuk. Tidak usah menambah garam karena rasa kecapnya sudah sedap.

Bumbu ditumis, masukkan wortel sampai layu, masukkan telur kopyok dan aduk aduk sampai telur berbutir butir.  Beres.

Temannya si wortel scramble kali ini ada sambal goreng kentang yang sudah disiapkan bu Kot kemarin sore, dan sosis goreng tepung.

Untuk sosis gorengnya aku memakai tepung bumbu yang siap pakai, tinggal menambah sedikit air saja. Srang sreng srang sreng , matang dalam sekejap.

Terciptalah menu 16 nasi bungkus innuri.

Kamis, 04 Juli 2013

Nasi Mawut



Kalian yang belum pernah ke Malang mungkin baru kali ini mendengar nasi mawut , apa itu ? .... Aku ketemu sama nasi mawut ya cuma di daerah asalku ini , di warung-warung sederhana yang biasa menjual mie, nasi goreng, cap cay ....

Nasi mawut itu nasi goreng yang bercampur mie, dipadu dengan ayam suir dan telur scramble, enak.  Tapi yang aku bikin kali ini nasi mawut ala innuri, gak pake telur scarmble, ayamnya diganti sosis saja, telurnya didadar, diiris ditabur diatas nasinya.

Masak nasi mawut ala innuri ini benar-benar anti ribet dan anti lama, tapi hasilnya enak tenan, coba saja kalau gak percaya.



Bahannya cuma mie instant goreng, tomat, nasi putih, dan sosis/ayam suir.  Pelengkapnya bisa ditambahkan telur dadar iris dan acar timun atau sekedar timun diiris saja.

1 bungkus mie instan patahkan jadi dua, direbus, ditiriskan, sisihkan.
Sebuah tomat ukuran besar iris , tumis di wajan sampai hancur, masukkan garam dan bumbu mie instannya, masukkan sosis / ayam suir , aduk aduk, masukkan nasi dan mienya.  Untuk 1 bungkus mie instan nasinya 2-3 porsi sesuai selera.

Siap dalam sekejab lirikan mata.



Rabu, 03 Juli 2013

Plecing Ayam

Judul menuku kali ini 'Nasi Kuning Jembrana'.  Jembrana itu nama sebuah kabupaten di Bali, aku pernah tinggal di ibu kotanya, Negara.



Saat Insan, anakku yang nomer tiga masih TK, aku tinggal di Negara.  Di depan TK Aisyiah, sekolah Insan, banyak berjajar orang berjualan nasi kuning.  Ciri khasnya nasi kuning disana, selalu ada plecing ayamnya.  Selain plecing ayam, lauknya macam-macam pilihannya, ada abon home made yang murni daging, ada sambal goreng kering tempe, pergedel kentang, mie, telur dadar dll. Yang tidak pernah ketinggalan ya itu tadi plecing ayam.

 

Membuat plecing ayam kalau cara aslinya ayam dipanggang dulu diatas bara arang ,  disuir suir, baru dibumbu. Bumbunya bawang merah, bawang putih, terasi, cabe merah besar, kalau suka pedas bisa ditambah cabe rawit, garam dan gula jangan lupa.  Bumbu dihaluskan, ditumis, masukkan ayam suirnya.  Setelah matang, kasih perasan jeruk limau.

Semula heran juga, sebagai orang jawa, kalau masak ayam gak pernah dikasih terasi.  Tapi setelah dicoba ternyata enak juga, apalagi ada aroma jeruk limau yang menggoda.

Buat dapur innuri yang maunya masak kilat, ayamnya gak aku panggang, ribet .... hehehe, ayamnya aku rebus saja dan tetap yummy .....

Jadilah menu nasi bungkus ke 14, isinya nasi kuning berlaukkan plecing ayam, mie, dan sambal goreng kering tempe.


Selasa, 02 Juli 2013

Nasi Kuning Tanpa Santan

Mau memasak nasi kuning tapi di dapur gak punya persediaan santan , manalah lagi nasi bungkusku akan dibawa mas Hary jam 6 pagi.  Kutatap sambal goreng kering tempe yang sudah disiapkan bu Kot kemarin sambil mikir, apa ya buat pengganti santan , masak susu ? sedangkan di rumah cuma ada susu kental manis.



Akhirnya ... ting ! ada ide mecungul di kepalaku.  Entah bagaimana nanti rasanya, aku ganti santan dengan minyak goreng .... hihihi ....

Gini nih caraku : beras 1,5 kg dikasih bumbu garam, daun jeruk purut yang banyak, daun salam juga banyak dan sereh 2 tangkai. Kunyitnya diuleg kasar direbus, disaring masukkan dalam beras, kasih minyak goreng banyaknya kira kira saja (aku gak menakarnya).  Nah nyalakan magic comnya .... Tinggalin bikin telur dadar dan iris tipis tipis.

Oh ya, katanya sih biar nasi kuningnya mengkilat, berasnya direndam dulu pakai air yang dikasih perasan jeruk nipis.  Tapi berhubung gak ada waktu untuk merendamnya, jeruk nipisnya aku taruh langsung saja ke airnya, ikutan dimasak.

Selain irisan telur dadar, pelengkap lainnya abon siap beli dan sambal goreng kering tempe made in bu Kot.  Cepet sekali nasi bungkusku siap launching pagi ini,  ciri khasnya Innuri di dapur, secepat pesawat tempur .... hehehe.

Pagi ini gantengku mas Hary berangkat pameran di Tunjungan Plaza Surabaya bersama seorang karyawan dan Alni yang ngintil karena liburan.  Beliau berangkat sambil bawa nasi bungkus.  Biasanya kami kalau ke Surabaya membagi nasi bungkusnya ke  pedagang asongan yang banyak sekali di pertigaan Karanglo Singasari.  Mereka pasti senang pagi-pagi dapat sarapan nasi kuning yang yummy banget.

Walau tanpa santan, warnanya tetap kuning tuuuh .... hehehe.  Kaget aku waktu Alni bilang :"Nasi kuningnya ibuk enak ".  Mendengar komentar Alni tuh rasanya kayak dapat penghargaan jadi master chef deh .... hahaha.

Minggu, 30 Juni 2013

Bandeng Masak Bali


Minggu,  30 juni 2013

Nama lengkapnya siapa aku tak tahu, tapi orang-orang disini memanggilnya mbak Tin.  Dia berjualan sayur mayur di garasi rumahnya, bukanya pagi banget.  Bila aku kesana sehabis shalat subuh, toko sayur mbak Tin sudah dipadati ibu-ibu yang berburu sayur segar, ikan, ayam, dll. 

Mbak Tin pernah bertanya, kok aku belanjaannya banyak ? aku jawab kalau aku biasa bikin nasi bungkus untuk dibagi-bagi.  Maksudku menjawab dengan sejujurnya ini untuk menyebar luaskan semangat memberi makan fakir miskin.  Tapi ternyata aku mendapat keuntungan lain karena mbak Tin tahu kebiasaanku.  Aku jadi punya satu lagi teman yang ikut mikirin menu nasi bungkusku.

Menuku kali ini mbak Tin juga yang mengusulkan, tumis ercis dan wortel dipadu dengan bandeng masak bali.  Aku campurkan tahu di bandengnya biar lauknya ada dua macam.  Penampakannya jadi gini nih, keren kan?



Bumbu tumis dan bumbu bali sudah pernah aku ajarin kan ? ... ehm ... buka lagi artikel sebelumnya.  Kali ini aku cuma mau ngasih tips aja memilih ikan bandeng yang segar. Ini nih cirinya : baunya amis segar , jangan beli ikan yang baunya anyir yaaa, itu sih ikannya sudah busuk.  Daging ikan segar juga kompak, kenyal, cara ngetestnya coba ditekan pakai jari, kalau ditekan gak balik lagi, itu dagingnya sudah kurang baik.  Isi perutnya juga masih utuh, nggak amburadul , nggak nyampur jadi 'pasta' hitam ... hiiii ....

Sebelum dimasak bumbu bali, ikan bandengnya digoreng dulu loh yaaa.  Aku sengaja tidak menghilangkan sisik ikan bandengnya, karena rasa khasnya ada disini dan sisik kan mengandung banyak kalsium, juga lebih mudah menggorengnya karena gak lengket di wajan, soalnya aku pakai wajan alumunium biasa.

Ohya, kalau mau bikin tumis ercis yang dicampur wortel kayak masakanku itu, sebaiknya ercisnya dimasukkan belakangan saja, karena ercis cepat sekali empuk.  Wortel dan udangnya masuk duluan sampai agak layu, baru masukkan ercisnya.

Sudah yaaaa, aku pergi ke Surabaya hari ini sama suami dan Alni cantikku, daaaag !


Sabtu, 22 Juni 2013

Perkedel Mie Sayuran

Bangunnya nggak telat, tapi lemoot aku pagi ini, semalam ada acara ke rumah teman SMA sekaligus reunian .... serru pokoknya !!! paginya ngantuuuuk.  Jadinya ini masaknya kayak gak selesai selesai , gak bisa diedarkan pagi, jadi buat dibagi siang saja, gitu kata pak Ketua alias suamiku.

Lihat ini betapa menariknya menuku, ada oseng tahu kecambah (resepnya udah pernah) , ada bandeng presto goreng dan perkedel mie sayuran.  Semuanya mudah dibuat dalam tempo yang sesingkat singkatnya .... keculai kalau lagi ngantuk dan disambi tidur ..... hehehe, kayak aku sekarang.







Pergedel mienya gampang sekali membuatnya, mie instan goreng direnyek sampai hancur berkeping keping, jangan lupa bumbunya dituang, tambah wortel iris kotak kecil, tambah seledri iris halus, tambah telur 2 untuk ukuran 1 bungkus mie instan, aduk aduk, goreng sesendok demi sesendok. Mateng dah .... cepet kan ?

Jumat, 21 Juni 2013

Cah Jamur Ceria dan Telur Ceplok Dilema



Menu nasi bungkusku pagi ini kuberi nama 'cah jamur ceria', karena hatiku sedang gembira Alni naik kelas, hari ini hari terakhir masuk sekolah, setelah itu libur 3 minggu. Duh senengnyaaaa, bisa berlibur ke rumah nenek dong dan bisa ke kebun, ke pantai .... wah, asyiiiiik.

Hari ini perjalanan menu nasi bungkusku sudah menu ke sepuluh loh, sudah banyak pilihan buat kalian semua kalau mau membuat nasi bungkus.



Ada bumbu rahasia biar cah kita sedap gak pake vitsin, bumbunya ditambah jahe keprak.  Jadi bumbunya bawang merah, bawang putih, merica bubuk, tomat dan jahe yang dikeprak.  Seperti biasa, bumbunya ditumis, masukkan wortel iris, tutup sebentar, gak usah menambah air loh ya karena nanti jamurnya mengeluarkan air.  Setelah wortel, udang masuk, trus jamurnya masuk, tutup sampai matang dan sesekali dibalik.

Paduannya tempe  goreng dan  telur ceplok dilema. Jadi mikir kan ? kenapa kuberi nama telur ceplok dilema ? ..... hmmm ..... karena aku nggak bisa menggoreng telur ceplok yang tampilannya bagus.  Selalu dilema, kalau telurnya cepat diangkat dari wajan, kuningnya belum mateng, kalau kuningnya dimatangkan , pinggirannya telur jadi coklat dan tidak menarik .... dilema kan ?



Kamis, 20 Juni 2013

Udang Goreng Tepung


Hari ini Alni rapotan kenaikan kelas.  InsyaAllah dia naik kelas, hasil ulangannya bagus bagus, di kisaran 83 - 94 .... gak nyangka sih aku, karena pas UKK kemarin dia sakit tapi ngotot masuk.

Sudah niatan mau menghadiahi ibu wali kelasnya mukena kalau dia naik kelas.  Pagi ini sehabis membungkus nasi, aku mandi dan siap-siap.  masih ada waktu sebentar, aku posting ini nih, menu nasi bungkusku pagi ini.



Ada sambal goreng kentang dan tahu masakan bu Kot kemarin sore, aku tinggal ngangetin saja, ada mie instant dan udang goreng tepung.

Udang goreng tepungnya aku bikin bumbu sendiri, terdiri dari bawang putih, ketumbar dan kunyit, garam jangan lupa ya.  Tepungnya tepung terigu biasa saja, dicampur bumbu yang sudah dihaluskan, dikasih air, aduk dulu, baru tambahkan telur, aduk rata. Masukkan udang dan daun bawang iris.  Goreng sesendok demi sesendok di wajan yang sudah dipanaskan minyaknya.

Selesai deh.

Aku berangkat dulu yaaa, ngambil rapot Alniku sayang, insyaAllah dia naik kelas dua hari ini.  Duh bahagianya menjadi ibu. 

Rabu, 19 Juni 2013

Tahu Telur Istimewa

Alhamdulillah pagi ini aku bisa bikin nasi bungkus lagi, karena semalam Alni bisa tidur nyenyak, badannya masih hangat, tapi menjelang pagi suhu tubuhnya sudah normal.

Sejak Selasa kemarin badannya panas, tenggorookannya tidak bisa nelan katanya. Pas aku pulang pelatihan  selasa malam panasnya sekitar 39 derajad celcius, sampai dia bolak balik terbangun dan aku kompres saja, Alni juga tidak mau minum obat penurun panas.

"Allah menciptakan panas di tubuh, itu menandakan tubuh Alni sedang berjuang melawan penyakit, tapi Alni musti banyak minum biar turun panasnya dan  nggak dehidrasi ", mungkin kata kataku ini begitu diingatnya, yang membuatnya tidak mau minum obat.

Alhamdulillah setelah dua hari semalam panasnya naik turun, malam ini dia mulai membaik, paginya normal lagi. Aku bisa membuat nasi bungkus.

Aku tidak punya persiapan apa-apa untuk memasak pagi ini, karena kemarin mikirin Alni saja.  Pagi inipun aku tidak bisa meninggalkannya, jadi aku suruh Insan membeli tahu, telur, kecap dan tepung bumbu ke warung mbak Nur sebelah butik.  Hanya itu yang bisa dibeli di warung mbak Nur, tidak menyediakan sayuran.

Jadilah tercipta nasi bungkus lauk tahu telur istimewa pakai tembakan .... hahaha.

Ceritanya, pas asyik di dapur, Alni terbangun.

"Ibuk mau bikin nasi bungkus ya? Alni kebelet pipis niih".  Aku kaget melihatnya bangun dan berjalan sendiri ke kamar mandi, kemarin dia masih digendong kalau mau pipis, karena lemas sekali badannya.

Sehabis pipis, dia mengejutkanku dengan tembakan beruntun ....... sempai selesai memasak dia menghujaniku dengan tembakan.

"Ibuk mati dong !!", gitu katanya ..... hahaha.  Sayangnya dia gak mau difoto, kalau tangannya Alni sama tembakannya saja boleh, gitu dia bilang.



Tahu telur istimewa ini pas sekali dibikin saat kita tidak punya banyak waktu di dapur.

Cara bikinnya mudah, cepat dan lezat .... khas dapur innuri deh.

Tahu dipotong kotak kotak digoreng, sementara menunggu tahu matang, siapkan adonan telurnya.

Tepung bumbu yang harga seribuan itu dikasih sedikit air dan garam, masukkan telurnya, aku menggunakan 8 telur, untuk ukuran tahu seharga 4000 rupiah. Tahu kotak yang sudah digoreng itu dimasukkan saja semua, tinggal menggorengnya satu persatu di wajan.

Biar gak lama lama di dapur, 2 kompor nyalakan semua, pakai 2 penggorengan.  Tapi awas, jangan ditinggal-tinggal, soalnya cepat matang.  Aku sudah nggosongin satu tadi gara gara melihat karyawanku mau berangkat pameran .... hehehe.  jangan lupa membalikkannya ya.

Bumbu tahu telur ala innuri ini gampang saja, taburi saja dengan bawang merah goreng, seledri iris halus, dan cabai rawit potong kecil yang digoreng.  Tiap bungkus aku kasih 1 kecap sacet kecil kecil yang harganya seribu rupiah dapat 3 itu.

Nasi bungkusku siap dalam sekejab.

"Dor dor dor !!! don't move !! fired !! ", suara tembakan Alni mewarnai kebahagiaanku pagi ini, bidadari kecilku sudah main lagi ..... oh indahnya nikmat karuniaMu ya Allah.


Minggu, 16 Juni 2013

Sayap Ayam Bumbu Merah

Prestasiku kali ini sungguh patut dihargai, karena semua aku masak sendiri, kan bu Kot libur kalau hari minggu.

Ceritanya kemarin siang sehabis dikunjungi mbak Nita Pribadi yang artis Bontang itu, aku ikut suamiku nganter pepaya ke kios langganan di pasar.  Nah, sekalian saja aku belanja.

Aku beli sayap ayam, karena ingat suamiku bilang :"Sayang, bikin menu ayam gitu lo buat nasi bungkusnya, mereka itu orang-orang yang sederhana, jarang makan enak". Rasanya mak jleb mendengar kata-kata suamiku, yaaaah, selama ini kan menunya berkutat di telur aja, biar dimacem macemin judulnya tetap telur, soalnya yang selalu tersedia di warung mbak Nur sebelah rumah ya telur itu.

Jadi aku masak kemarin sore nih ceritanya, sayap ayam bumbu merah, mungkin orang lain bilang bumbu rujak.  Tapi aku takut memberi judul bumbu rujak, soalnya bumbunya ngawur .... hehehe, gak ada yang tak tanyain siih, mau nanya mbah google, mbahnya lagi tidur ... yo wes lah, karena warnanya merah aku kasih judul 'sayap ayam bumbu merah'.  Soal rasa, dijamin siip markusip, enak pokoknya.

Untuk melengkapi menunya, aku tambahkan tahu goreng di sayap ayamnya.




Bumbu merahnya terdiri dari cabe merah, bawang merah, bawang putih, tomat, jahe, kunyit, daun jeruk purut, sere.  Semua bumbu diblender kecuali daun jeruk dan serenya. Ditumis, masukkan ayamnya, tambah garam dan gula, tutup (ungkep), sesekali dibalik,  sampai matang, baru masukkan tahunya, aduk aduk agar bumbu meresap ke dalam tahu.

Pagi harinya aku tinggal ngangetin aja, sama bikin oseng pedas kacang panjang.  Bumbu osengnya biasa saja, bawang merah, bawang putih, tomat, lengkuas, tapi aku tambah cabai rawit yang banyak, maksudnya siiih, bila salah satu menunya sudah pedas, berarti gak usah bikin sambal, lebih enteng akunya .... hehehe.

Siiip kan ???

Sabtu, 15 Juni 2013

Ikan Tongkol Mercon dan Oseng Tahu Kecambah

Tidur di butik, pagi sehabis shalat subuh, tidak ada bahan makanan untuk dimasak, musti belanja dulu ke toko sayur mbak Tin, tetangga depan.  Yang terpikir olehku adalah menu apa yang bisa dimasak cara ekspress, karena mas Hary nanti akan berangkat jam 6  ke pasar pagi jual pepaya sambil bawa nasi bungkus.

Jadi, schedulenya begini, habis shalat subuh langsung masak nasi di magic com, lalu ditinggal belanja sayur.

Waktu melihat dagangan mbak Tin yang terhampar masih lengkap, kembali pikiranku muter, apa nih yang bisa dimasak cara kilat.  Akhirnya pilihanku jatuh ke ikan tongkol yang sudah dipindang (dipindang itu dikukus), tahu sama kecambah.

Rencananya ikan tongkolnya dimasak pedas, sedang tahu sama kecambahnya dioseng / ditumis.

Oseng tahu sama kecambah itu makanan favoritku, mudah dan cepat membuatnya, banyak vitamin mineral dari kecambahnya, dan protein nabati dari tahunya.  Bila dipadu dengan ikan tongkol masak pedas, jadi pas banget, ada tambahan protein hewaninya.



Sampai di rumah, tahunya aku iris kotak dan langsung aku goreng, sekali menggoreng cukup menampung tahu seharga 3000 rupiah itu.  Sambil menunggu tahu matang, aku cuci ikan tongkol, kupas bawang putih bawang merah , lengkuas, cabai rawit, tomat dan irisan daun bawang.

Tahunya mateng, giliran tongkolnya masuk wajan.

Wah Alni membantuku di dapur kali ini, hari minggu sih.  Terasa hangat mendengar celotehnya ;"Ibuk ikannya diapakan, Alni gak mau pedas loh".  Tangan kecilnya ikut-ikutan memisahkan cabai rawit dari tangkainya.

"Musti hati hati nih ya buk, ..... wah Alni capek".
"Ah masak cuma dapat segitu sudah capek ?".
"Lha iya lah buk, setiap yang kita kerjakan itu ya bikin capek", katanya bikin tertawa, kata-katanya itu kok kayak orang dewasa.
"Dimasukkan blender ya buk cabenya ?"
"Loh, dicuci dulu sayang".
"Iya iya, dicuci dulu, sama bawangnya juga dicuci ?"
"Iya".
"Tutupnya blender mana?"
"Dikasih air sedikit sayang".
"Segini ya buk ?"

Rasanya 'sesuatu' banget ada anak cantik satu itu di dapur.  Dapurku yang berantakan dan gak ada judulnya -ini dapur apa kandang ayam- , jadi berasa cerah ceria.

Ikan tongkol sudah tergoreng semua bersamaan dengan bumbu yang sudah siap.

Kerjakan oseng tahu duluan, bawang putih bawang merah iris ditumis, tambah tomat dan merica bubuk, setelah berbau sedap, masukkan tahu dan kecambahnya, aduk aduk, tambahkan garam, gula, dan kecap.  Aduk aduk sampai kecambahnya layu, terakhir masukkan irisan daun bawang. Tidak usah menambah air loh ya, karena kecambahnya dan tahunya mengeluarkan air.

Gilirang tongkolnya dimasak.  Bumbu yang sudah diblender yang terdiri dari bawang putih bawang merah dan cabai rawit, ditumis ditambah sedikit tomat dan lengkuas yang dikeprak.  Karena waktu memblendernya dikasih air, tidak usah menambah air lagi, tunggu saja sampai airnya sedikit menyusut, tongkol gorengnya dimasukkan, aduk aduk sampai kesat airnya, terakhir daun bawang iris masuk.

Dua masakan siap dibungkus.

Ohya, untuk membuat tongkol masak pedas yang mercon banget ini, rahasia pedasnya biar benar benar mercon, gunakan cabe rawit yang ukurannya kecil kecil tambah cabe rawit hijau yang biasa jadi teman makan lumpia, dan tidak usah dicampur cabe besar.  Tomatnya sedikit saja, hanya untuk penyedap, gulanya aku tambah, agar terasa asin manis pedas.  Tidak usah vitsin sudah gurih banget dari ikan tongkolnya.

Jadi deh masakan sehat, alami tanpa vitsin dan tetap yummy, siap-siap kebakaran bibir aja .... hihihi.




Senin, 10 Juni 2013

Rempeyek Renyah dan Perkedel Tahu Hemat Minyak

Alhamdulillah pagi ini bangun subuh, jadi  gak keburu-buru, masih sempat fotoin makanan. Menu nasi bungkusku pagi ini sederhana banget sih, yaaa mohon dipermaklum ...., menunya ditentukan tukang sayur langganan yang kalau datang ke butik sudah di episode terakhir, dapat karen-karen alias sisa-sisa.  Tapi chef Innuri (... ehm !!!) selalu bisa membuat makanan sederhana terasa yummy dan menggugah selera ...



Hanya oseng oseng daun singkong, pergedel tahu dan rempeyek kedelai hitam.  Yang kepingin tahu cara bikin rempeyek renyah ala innuri boleh dilanjut, atau kepingin ngintip cara bikin perkedel tahu cara kilat khusus yang delicious, tinggi protein dan hemat minyak goreng (untuk mengurangi kolesterol), boleh lanjut menyimak tips memasak dariku.

Rempeyeknya biar renyah gini nih panduannya, kalau mau bikin dari 500 gram tepung beras rose brand, maka bumbunya 1 ons kemiri (harus 1 ons ya), bawang putih ketumbar dan daun jeruk purut banyaknya terserah, dikira kira saja, tambah telur 2 butir, garam jangan lupa.  Bumbunya diblender dicampur tepung beras dan telur, tambah air secukupnya.

Untuk isi rempeyek bisa sesuka hati, kecang tanah, kacang kedelai, kacang tolo dll, tapi musti diingat, kalau menggunakan kedelai hitam seperti punyaku, rendam dulu kedelainya dalam air panas selama 10 menit, tiriskan dan langsung masukkan dalam adonan tepung, lalu goreng sesendok demi sesendok tipis tipis dengan minyak yang banyak.

Sekarang beralih ke "perkedel tahu cara kilat khusus, delicious, tinggi protein, hemat minyak dan juga rendah kolesterol" , .... hehehe, judulnya kok panjaaaang ya.



Gini resepnya, tahunya cuma sekeping yang seharga 2000 rupiah (kira kira 250 gram tahu), tapi telurnya aku gunakan 6 telur, ditambah sosis iris tipis.  Biar kilat dan gak pake ngupas bumbu, aku cuma memakai tepung bumbu seharga 1000 rupiahan itu.  Dan biar rendah kolesterol, gorengnya di cetakan lumpur / apem.  Lagipula adonannya memang agar cair karena banyak telurnya, jadi menggorengnya musti memakai cetakan kue seperti foto itu.

Prosedurnya gini :  tahu dihancurkan, ditambah tepung bumbu dan garam, ditambah telur dan sosis, ditambah daun bawang dan seledri, aduk rata dan siap digoreng.  Menggorengnya ditutup ya, dan jangan lupa dibalik. Penampilan pergedel tahu ala innuri ini cantik loh, seperti yang masak .... hehehe.



Kamis, 06 Juni 2013

Tempe Bacem, Jamur Crispy dan Orak Arik

Libur Isra' mi'raj kali ini aku jadi rajin di dapur, ya karena tidak perlu mempersiapkan kebutuhan Alni ke sekolah.  Aku masak 3 masakan loh, jamur crispy, orak arik sawi putih ....... dan .... jangan diketawain satunya mie instan ....hehehe.  Dihitungnya cuma 2 masakan dong ya ....

Bu Kot masak tempe bacem kemarin sore, seperti always ... tinggal ngangetin ajjjaaah.  Tempe bacemnya enak banget, sedeeeep.  Kutanya resepnya, ternyata cuma bawang putih ketumbar kunyit dan daun salam, kerasa sedapnya dari daun salamnya kukira.  Paginya aku tambahin kecap .... jadi judulnya tempe bacem innuri, soalnya bu Kot bilang tempe bacem itu gak pakai kecap dan digoreng setelah dibacem, lah akunya nggak pakai digoreng, tapi pakai kecap.  Yang penting bisa masuk perut .... hihihi.





Jamur crispynya aku goreng sendiri loh, tapi bumbunya cara kilat .... ini yang patut dipelajari.  Aku cuma beli tepung bumbu yang harga seribuan ituuuh, trus ditambah tepung terigu banyaknya 2 kali tepung bumbunya, ini untuk mengurangi rasa vitsin yang tajam, jangan lupa menambahkan garam.  Tepungnya dikasih air dulu, diaduk, lalu kasih telur 1 butir , aduk rata.  Masukkan jamur dalam tepung lalu goreng .... kalau dimakan anget-anget bunyi kriuknya sungguh menggoda .....

Jangan lupakan masih ada satu lagi masakanku pagi ini, orak arik sawi putih.  Ini masaknya gampang juga, bumbunya sederhana, cuma bawang putih, bawang merah, merica bubuk, tomat dan cabe merah diiris.  Sawi putihnya diiris tipis, tambah daun bawang prey.  Bumbu diiris tipis semua, tumis, masukkan garam dan merica, sawi putih masuk, awaaasss .... tak perlu menambahkan air yaaa, nanti airnya keluar sendiri.  Setelah agak layu, pecahkan telur di atasnya (terserah jumlahnya), aduk aduk dan biarkan kuah menyusut.





Jadi deh menu 4 nasi bungkus innuri.




Selasa, 04 Juni 2013

Telur Bumbu Bali dan Menu Kepepet

Ini menu yang aku kasih judul 'menu kepepet', artinya menu terpaksa .... hehehe.  Soalnya kemarin tukang sayurnya absen, terpaksa belanja di warung kelontongnya mbak Nur sebelah rumah.  Disini cuma ditemukan telur dan tempe.  Ya itu saja yang diolah.




dalam keadaan kepepet masih bisa berbagi kok

Kemarin sore Bu Kot sudah menyiapkan telur bumbu bali dan sambal goreng tempe pedas.  Paginya aku tinggal ngangetin dan menambah menunya dengan mie instant.  Beres !!!, hanya 15 menit di dapur plus 15 menit membungkusnya. Wah, pagi ini aku bisa berlama-lama senden (bersandar) di tumpukan bantal di atas kasur sambil ngaji .... duh nikmaaaatnyaaa !!!

Resep telur bumbu bali ......... sik, nanya bu Kot.  Beliau jawabnya , bawang merah, bawang putih, cabe merah besar, jahe dan tomat diblender, ditumis sampai matang, masukkan telur rebus yang sudah dikupas dan digoreng.  Aduk-aduk sampai bumbu meresap dan menyusut airnya dan usahakan kadar airnya seminim mungkin, biar nasi bungkusnya awet, sampai sore gak basi.

Kalau resep bagaimana cara ngangetinnya, nanya Indah saja yaaa ..... hehehe.

Ohya, masih ingat nasi goreng sosisku kemarin ? Perjalanan nasi gorengku telah memberi pelajaran berharga, penasaran kan ? .... aku memang pingin kalian penasaran kok, karena pelajaran ini menurutku dan menurut Allah penting, coba buka disini yaaa.


Senin, 03 Juni 2013

Omelet Jagung Manis dan Menu Daur Ulang

Menu nasi bungkusku pagi ini , sambal goreng tahu ati ampela , tempe masak pedas, dan omelet jagung manis sosis.

Omeletku tampilannya cantik loooh.  Ini potohnya :



Cara bikinnya gampang banget.  Buka kulkas dulu .... hehehe, ketemunya kok cuma sama seplastik jagung manis kecil kecil isi 4, sosisnya juga tinggal dua, nyari daun bawang kok gak ada ... lariii deh ke halaman. Aku nanam gingseng di halaman depan sama belakang rumah, kupetik beberapa daunnya, kucuci dan kurajang halus .... nah, mirip daun bawang kan ? .......xixixi kalian ketipu ya, tadi kalian kira yang ijo ijo itu daun bawang.

Sosisnya dipotong tipis tipis, masukkan garam, bumbu dasar, tambah merica bubuk boleh, atau penyedap bila suka, aduk aduk biar bumbunya nyampur sama bahannya dulu, baru masukkan telur 8, kopyok lepas.

Aku menggorengnya di wajan teflon yang bentuk segi empat, cantik bila dipotong.  Sekali menggoreng bisa jadi 4 potong.  Semuanya jadi 20 potong, dengan catatan kalau gak ada yang gosong .... hehehe, soalnya aku juga hoby nggosongin, trus kalau gosong aku hap sendiri ... hihihi

Sambal goreng tahu ati ampelanya sudah dibikin bu Kot sore, masuk kulkas, pagi ini aku tinggal ngangetin saja .... hehehe. Tapi jangan anggap remeh pekerjaan ngangetin sambal goreng.  Ada tehnik tersendiri looo ... ehm ehm.  Gini, karena aku suka kalau nasi bungkusku tahan sampai sore, aku ngangetinnya musti tanak, jadi keluar dari kulkas, tambahin sedikit air, yaah kira kira setengah gelas gitu, baru diangetin, dibolak balik sampai kadar airnya seminim mungkin.



kukasih nama menu 2 , kan kemarin sudah aku kasih menu 1 , nasi goreng sosis ituuuh

Tempe masak pedasnya itu hasil kecerdikanku mendaur ulang tempe goreng sisa kemarin, aku kebanyakan beli tempe siiih.  Bumbunya bumbu dasar ciptaan bu Kot, tinggal nambahin cabe yang banyaaaak sama terasi.

Nguleg cabe juga ada triknya loh biar tangan gak kemeng / capek, caranya cabenya digoreng dulu, jangan lupa kalau goreng cabe ditutup aja, soalnya suka meloncat loncat. 

Aku menyediakan waktu satu jam untuk memasak dan membungkusnya, ini bukan waktu yang lama kok, apalagi memasaknya sambil murattal diseling nyanyi nyanyi .....  Aaaah, jadi ingat ibuku, kalau aku nyanyinya lagu slow, ibu suka bilang gini : "Kalau kerja sambil nyanyi itu mestinya nyanyi lagu mars, biar kerjanya juga cepet".  Hahaha .... ibuku lucu yaaa.


Minggu, 02 Juni 2013

Nasi Goreng Sosis

Ini resep bikin nasi goreng secepat angin .... hihihi ... soalnya sebelum jam 6 pagi nasi gorengnya sudah minta dibungkus, jam setengah tujuh habis nganterin Alni sekolah langsung meluncur dibagi-bagi.




Gini ceritanya, di kulkas musti sudah tersedia bumbu instan bikinan sendiri ( bacanya bu Kot yang bikin ), ini merupakan bumbu dasar yang terdiri dari bawang merah, bawang putih. cabe merah, yang diblender lalu ditumis, numisnya sampai mateng betul (tanek basa jawanya), biar awet masa simpannya.  Setelah dingin  masukkan toples dan masukkan kulkas.  Bu Kot bikinnya banyaaak, tahan hingga 2 mingguan, dengan catatan sehabis dipakai, sisa bumbu harus segera dimasukkan kulkas lagi.

Urusan bumbu beres, masak nasi putihnya malem ajaaah, sebelum tidur aku sudah masak nasi sekitar 1,5 kg.  Kalau mau dibuat nasi goreng, nasinya agak pera gitu yaaa, jadi airnya agak dikurangi.

Pagi-pagi habis shalat subuh, sambil hafalkan surat al Insan, aku bikin dadar telur tipis tipis, sambil iris sosis juga tipis tipis.  Setelah itu, nasinya aku bagi 3, biar mudah mencampur bumbunya dan tidak berat waktu mengaduk aduknya. Jadi nasi se-magic com aku goreng dalam 3 sesi.

Caranya, taruh minyak di penggorengan , masukkan bumbu, tambahkan garam dan penyedap, masukkan sosis iris,  aduk aduk, masukkan nasi , kecilkan apinya, campur bumbu dan nasinya di atas api kecil sampai tercampur dan mateng.

Nasi siap dibungkus dengan ditaburi telur dadar iris di atasnya. Idealnya dikasih timun atau acar, tapi karena gak punya timun di kulkas ya udaaaaahlah. Enakan lagi dikasih irisan ayam, tapi ayamnya belum dipotong .... hehehe.

Sederhana aja siiiih , tapi yang penting kan bisa berbagi dan mereka yang menerimanya seneeeeeng kok.

Untuk 15 porsi nasi bungkus.