Tampilkan postingan dengan label Tangan Terampil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangan Terampil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2014

Potong Rambut Selfie

Model rambut seperti ini duluuuu adalah model rambut yang populer waktu aku SMA, sekitar tahun 80-an, namanya model punk rock .  Sekarang populer lagi dan ganti nama jadi model shaggy.  Dan ternyata mudah sekali cara membentuknya, bahkan bisa dilakukan sendiri, dengan tangan kita sendiri, gak pakai nyuruh tetangga, gak perlu potong rambut ke salon.  Aku sudah melakukannya pada rambutku sendiri dan hasilnyaaa ... tara !!! kayak gambar ini nih , tapi aku gak bisa memajang fotoku dengan rambut terurai, jadi aku gambar saja yaa.



Nah, tadi pagi aku merasa sudah waktunya ke salon, ini rambut sudah pada 'mbrojoli' kalau dipakaikan kerudung, sedang aku sendiri gak suka rambut dikaretin (jadi pusing kepalaku).

Eh, semua orang pada sibuk, gak ada yang aku minta nganterin ke salon.  Lalu teringat pernah melihat tips Rudy Hadisuwarno di televisi, cara memotong rambut dengan mudah dan hasil kayak potong rambut di salon.

Berikut caranya :
- sisir rambut ke arah atas, rangkum dengan tangan.
- karetin kuat
- potong sesuai panjang yang dikehendaki, kalau mau pendek banget berarti memotongnya pas di atas karet, kalau mau lebih panjang ya kasih jarak dengan karet (tadi aku memotong sekitar 10 cm dari karet)

 

- lepaskan karet dan sisir (bagusan pakai sisir bulat/cembung untuk membentuk gelombang)
- aku masih perlu memendekkan bagian poninya tadi, karena kalau terlalu panjang jadi suka 'nongol' dari kerudung

Semua aku lakukan sendiri tanpa bantuan siapapun. Dan kulihat di cermin, betapa cantiknya aku ..... hahahaha .

Sabtu, 19 Oktober 2013

Cara Unik Menyimpan Asesoris



Anak sayangku Zeli tersenyum kagum melihat caraku menyimpan asesories, karena selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan, juga berfungsi sebagai hiasan dinding yang unik .



Dulu aku pernah bingung dimana menyimpan asesoriesku yang banyak dan semuanya punya kenangan.  Ada yang dibelikan mas Hary, ada beberapa yang dikasih teman fb dari grup Ordinary Moms, ada yang hasil 'merampas' punya Zeli, ada juga yang pemberian ibu-ibu pejabat.

 

 Karena rumahku mungil dan tidak punya tempat khusus untuk asesories, lalu aku cantolin itu asesories di dinding di atas wastafel di depan kamar mandi, aku gunakan kain flanel sebagai tempat manyematkan bros. Itu bros jilbab yang bergelantungan milik Alni aku taruh di bagian bawah, agar dia mudah mengambilnya.  Ada peniti dan karet gelang juga ikut nimbrung meramaikan dinding asesoriesku

 

Sebagian aku pakai jadi hiasan di atas pintu kamar mandi, juga jadi penghias gorden  rak buku . 

 

Ternyata masih banyaaak saja, terus aku bawa ke workshopku, aku cantolin di manequin , tentu ada yang aku cantolin di badanku sendiri ... hehehe. 



Sebagian aku taruh di tas mungil, tas khusus asesories, yang bisa aku bawa sewaktu-waktu bila bepergian.




Kamis, 29 Agustus 2013

Tas Bekal



Hari ini sedang coblosan serentak pemilu gubernur Jatim, suasana jalan raya sepi, banyak toko tutup, termasuk butikku.  Karyawanku minta libur, dan aku bengong sendiri di rumah, Alni nonton tivi, Insan asyik dengan lap topnya, sedang mas Hary ke kebun.

Aku puasa Syawal hari ini dan badanku lemeees .... padahal sahur loh, entahlah  kenapa.  Tapi alhamdulillah aku bisa mengerjakan proyekku yang sudah lama tertunda yaitu bikin celana Alni dan bikin tas wadah bekal.

Dan satu lagi hasil karyaku, nggosongin bali telur masakan bu Kot kemarin ... hahaha .... Kan kalau mau libur, bu Kot masaknya banyak biar aku tinggal ngangetin aja .... tapi ya gitu deh hasilnya, gosong parah, oalah .. pekerjaan ngangetin saja kok gak beres ....Biarin aja wes, yang penting pekerjaan menjahitku sukses.

Lahirnya ide bikin tas dari kain untuk wadah bekal, gara-gara aku pingin makan di kebun dengan bekal dari rumah .... hm ... hm..., aku jadi mikir gimana ya caranya biar gak pating gremandhel  tapi sudah bisa bawa semua makanan lengkap minuman dan cemilannya sekalian .... hahaha.

Biarpun rencana semula buat bawa bekal ke kebun, tapi tas bekal ini juga praktis buat picnik loh, atau buat bawa bekal saat bepergian jauh sekeluarga, rapi dan tidak ribet.

Aku mau pamerin ini dulu yaaa, hasil karyaku yang pertama, celana Alni.
 
Celananya warna putih, besok celana ini bakal dicelup seperti maunya Alni, yang satu warna biru, satunya orange.

Dan ini penampakan tas bekalku, aku nemunya kain warna putih, ya jadinya seperti ini, coba pakai kain dengan motif yang lucu lucu, pasti lebih keren, atau coba aku lebih kreatif dengan memberinya aplikasi kain motif di tasku yang polos  ini .... hehehe ... Orangnya lemes puasa siiih.... gini aja deh yang penting fungsinya.



Tas bekal ini sengaja dibikin untuk diisi  food container  yang bisa ditumpuk-tumpuk dan pas.  Kainnya ini siiih kain dapat dari sekolah Insan waktu masuk SMP, yang mestinya dipakai untuk celana pendek putih, tapi tidak digunakan karena Insan sejak SMP sudah memakai celana panjang (dan dia satu-satunya siswa yang memakai celana panjang).

Karena kainnya sudah tebal, aku tidak memakai busa (padahal alasan aslinya malas ... hehehe), tapi di bagian bawah tas, aku kasih busa kaku (entah apa namanya, yang jelas bukan busa angin yang lembek).

Cara membuatnya mudah saja kok, tata food container yang mau dimasukkan, ukur sampai ketemu panjang kali lebar alasnya, dan ukur pula tingginya, potong kainnya dan jahit.  Kalau mau meniru modelku ini, di bagian depannya aku kasih ritsleting biar mudah memasukkan dan mengambil  food containernya.  Di bagian atas aku pasang serutan yang kuisi pita.  Jangan lupa tali tasnya yaaa.

Semoga kalian terinspirasi ide Innuri  dan selamat mencoba !  Mungkin hasil karya kalian lebih bagus dan lebih  menarik yaaa.

Jumat, 23 Agustus 2013

Pernik Cantik Dari Kain Perca



Awalnya aku suka bingung dengan rambutku yang semakin panjang, kalau mau mandi musti nyari karet untuk mengikatnya, kalau mau pakai kerudung juga nyari karet lagi karena kerudungnya sudah gak bisa menutup seluruh rambutku.  Lalu akupun berkreasi dengan kain perca.

Ini beberapa hasil karyaku hari ini yang kubuat dari kain perca, dibantu anak cantikku Alni.



Kepingin tahu cara bikinnya ? Gampaaang, kalau ikat rambut siiih, cuma dijahit lurus, dibalik dan diisi karet elastik.  Kalau jepit hijaunya itu juga gampang, kan cuma dibentuk jadi kupu kupu, diikat pakai pita lalu dilem pakai lem tembak dengan jepit rambut polosan.
 

Keren ya ikat rambutnya ?  warna warni lagi, biarpun cuma dipakai di rumah, tapi kelihatan cantik daripada pakai karet gelang, biar suami juga lebih 'melirik' gitu lo ... hehehe.

Untuk membuat bros bunganya, membutuhkan tehnik tersendiri.  Ikuti saja step by step di gambar ini ; dimulai dari kain panjang yang dilipat jadi dua, lalu dibuat pola bergelombang, jelujur tepat di polanya menggunakan benang yang didobel 4 (biar kuat), tarik benangnya dan potong di bagian bawah biar rapi, lalu temukan ujung ujungnya hingga membentuk bunga. satukan dan kuatkan dengan tusukan benang, pasang kancing sebagai benang sari bunga dan peniti di bagian belakang bunga.



 Selamat berkarya ! Semoga artikelku membuatmu terinspirasi.


Rabu, 05 Juni 2013

Kartu Ucapan 3 Dimensi



Inilah enaknya jadi boss ... hehehe, bisa mainan sama Alni sambil nungguin karyawan kerja.

Siang ini aku dan Alni membuat kartu ucapan 3 dimensi.  Kata Alni sih untuk mas Aden yang baru saja lulus sidang Tugas Akhirnya di jurusan Tehnik Informatika ITB.


bagus kan kartunya ?, kalau ditutup seperti kartu biasa, tapi kalau dibuka, bisa timbul gambarnya, kereeen kan ?

Kepingin bikin juga ? huuu .... siapa takut, sini Alni ajari yaaa.

Pertama siapkan bahannya dulu.


Ambil kertas origami warna sesuai selera, lalu balikkan di bagian putihnya, gambar seperti ini.  


Bagian yang bergaris hijau itu bagian yang dilipat, bagian yang bergaris merah itu yang dipotong, yang biru gak usah diapa-apain.

Setelah dipotong, balikkan dan lipat seperti ini :


Nah, mulai kelihatan maksudnya, gambar 3 rumah itu maksudnya mau membuat gedung kampus ITB, bagian yang terlipat kecil-kecil di belakangnhya itu untuk membuat mendung yang berarak, bagian yang dilipat kecil di depan kampus itu untuk memasang gambar mas Aden dan pohon.

Alni gambar mas Aden dulu deh, setelah selesai, di lem di bagian yang dimaksudkan.

 

 
 gantengnya gambar mas Aden, jangan lupa ditempel di bagian kecil di depan gedung ITB

Sekarang gunting pohonnya dan mendungnya, tempel pohonnya di depan gedung dan mendung di bagian belakang gedung.  Jangan lupa membangun jalan di depan kampus yaaa, Alni loh yang mengingatkan bunda tadi, masak kampus nggak ada jalannya ? ... hihihi.

Lem kartu 3 dimensinya di atas kartu yang masih kosong, mengelemnya di bagian yang tidak terlipat saja.

Tunggu hingga lem mengering baru bisa ditutup.  Alni senang sekali bisa membuat kartu yang ajaib, kalau dibuka jadi timbul.